Ada satu rahasia yang sering kita luput dari perhatian: keberkahan hidupnya seorang santri yang tidak hanya lahir dari tiap banyaknya ilmu, tetapi dari kuat dirinya hubungan dengan sang gurunya.
Sesworang santri yang telah menjaga adabnya, merawat silaturahmi, dan selalu terhubung dengan sang gurunnya, baik dalam doa doa, ingatan, maupun khidmah yang akan menemukan bahwa hidupnya seorang santri dimudahkannya dengan cara-caranya yang tak terduga duga.
Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah berkata :
ما رأيت أحدا يتعلق بشيخه ثم خاب
“Saya tak pernah melihat seorang santri yang sangat bersungguh-sungguh berpegang teguh kepada gurunya dan kemudian menjadi kecewa.”
Itu bukan sekadar ungkapan kata, akan tetapi pengalaman para ulama ulama sepanjang zamannya. Ketika seorang santri ia tidak melepaskan dirinya dari pada bimbingan gurunya, maka Allah swt bukakan jalan baginya, ringankan urusanku, dan cukupkanlah kebutuhannya kami.
Maka, jangan hanya mencari cari ilmu dari gurunya. Maka Jagalah hubungan dengannya. Karena di sanalah letak suatu keberkahan yang sering kali itu lebih besar dari padanya sekadar ilmu itu sendiri.
Komentar
Posting Komentar