Tidak semua orang yang ingin belajar akan langsung sampai kepada keberkahan ilmu. Oleh sebab itu, kunci keberhasilan seorang santri dan santriwati bukan hanya pada seberapa banyak dia menghafal dan juga memahami kitab, akan tetapi pada seberapa dalam dia meneladani dan mengikuti akhlak dan perilaku sang guru. Seorang santri pada sejatinya adalah dia yang menjadikan kiyai dan guru mereka sebagai cerminan hidup. Dan juga cara berbicaranya, bersikapnya, dan juga menghormati orang lain, hingga bagaimana mereka menjaga niat oleh semua itu untuk dipelajari bukan hanya dari teori, tetapi dari keteladanan sang guru. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah berkata: إذا أردت السعادة عش بخلق شيخك "Jika engkau ingin meraih suatu kebahagiaan, maka hiduplah dengan akhlak atau karakter dari pada gurumu." Itulah jalan sunyi yang sering kita lupakan. Banyak orang yang ingin sukses, akan tetapi enggan mengikuti akhlak para gurunya. Padahal, keberkahan ilmu itu justru lahir dari sebu...
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim no. 1893)