Tidak semua orang yang ingin belajar akan langsung sampai kepada keberkahan ilmu. Oleh sebab itu, kunci keberhasilan seorang santri dan santriwati bukan hanya pada seberapa banyak dia menghafal dan juga memahami kitab, akan tetapi pada seberapa dalam dia meneladani dan mengikuti akhlak dan perilaku sang guru.
Seorang santri pada sejatinya adalah dia yang menjadikan kiyai dan guru mereka sebagai cerminan hidup. Dan juga cara berbicaranya, bersikapnya, dan juga menghormati orang lain, hingga bagaimana mereka menjaga niat oleh semua itu untuk dipelajari bukan hanya dari teori, tetapi dari keteladanan sang guru.
Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah berkata:
إذا أردت السعادة عش بخلق شيخك
"Jika engkau ingin meraih suatu kebahagiaan, maka hiduplah dengan akhlak atau karakter dari pada gurumu."
Itulah jalan sunyi yang sering kita lupakan. Banyak orang yang ingin sukses, akan tetapi enggan mengikuti akhlak para gurunya. Padahal, keberkahan ilmu itu justru lahir dari sebuah adab sebelum ilmu itu ada sendiri.
Menjadi santri itu bukan hanya untuk soal belajar, akantapi soal perubahan. Bukan hanya sekedar ingin tahu, tapi harus juga meniru. Karena maka dari situlah akan lahir keberhasilan yang tidak akan terlihat di dunia, akan tetapi juga bernilai di sisi Allah allah.
Maka dari itu kalau ingin sukses sebagai seorang santri, maka jangan jauh jauh dari jejak langkah gurumu. Dekatlah dengan teladan akhlaknya, hiduplah dengan perilaku adabnya, dan maka jadikan itu sebagai jalanmu untuk menuju keberkahan.
Komentar
Posting Komentar