Sahabat Religi

www.sahabatreligi.or.id Terimakasih Telah Berkunjung Di Website Kami Semoga Bermanfaat. KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Kisah Fattimah Az - Zahra, Sosok Inspirasi Bagi Perempuan.

Sayyidah Fattimah Az - Zahra ialah putri dari Nabi Muhammad Saw dan Siti Khadijah. Ia lahir di kota mekkah sekitar tahun 605 M, 
Ia berasal dari keturunan yang luhur.


   Sejak kecil Fattimah dibesarkan dalam penuh ujian, terutama pada penentangan terhadap dakwah islam yang di bawakan oleh ayahnya. Meskipun hidup dalam kondisi sederhana dan menghadapi segala rintangan yang ada. Fattimah selalu menunjukkan sikap keteguhan dan kesabaran yang luar biasa.



   - Pernikahan Fattimah Az - Zahra.


   Fattimah menikah dengan Ali Bin Abi Thalib, sepupu dari nabi Muhammad Saw. Dari pernikahan tersebut Fattimah di beri keturunan yaitu Hasan dan Husain, selain menjadi seorang ibu Fattimah juga mempunyai sikap kasih sayang terhadap anak - anaknya. 

Fattimah dikenal sebagai seorang yang mendidik dan bijaksana, ia selalu mendampingi sang suami dalam perjuangan. Fattimah juga di kenal sebagai akhlaknya yang luhur dan budi pekerti, ilmunya yang sangat mendalam, dan peran besar yang beliau mainkan dalam mendukung dakwah islam. 


   Fattimah Az - Zahra dikenal sebagai sosok yang sangat setia, memiliki komitmen yang kuat mendampingi suaminya, ia tidak hanya berperan sebagai pendamping hidup, tetapi juga sebagai penopang moral dan spiritual. Ia selalu setia di sisi suami dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.



   - Fattimah Az - Zahra Sebagai Pemimpin Perempuan Di Surga. 


   Gelar Fattimah Az - Zahra sebagai pemimpin perempuan di surga menunjukkan bahwa kemuliaan sejati berasal dari ketulusan hati, pengabdian, serta ketaatan terhadap Allah SWT, bukan dari kekayaan ataupun kedudukan duniawi.


   Sayyidinah Fattimah tidak hanya di hormati karena hubunga darahnya terhadap Rasulullah Saw, melainkan keutamaan moral dan spiritual yang beliau tunjukkan sepanjang hidupnya.


   Fattimah Az - Zahra memberi motivasi yang kuat bagi perempuan agar menjadi pribadi yang tangguh.
Memberi sifat sabar, keteguhan hati, serta peran penting dalam kehidupan berkeluarga.


   Fattimah mampu menunjukkan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi ujian hidup, dari kesulitan ekonomi sampai tekanan sosial. Namun beliau tidak pernah mengeluh.


   Keteguhan Fattimah Az - Zahra terlihat dari kemampuan menjaga prinsip hidup, mempertahankan kehormatan diri, serta memperjuangkan hak - hak nya tanpa meninggalkan akhlak mulia.


   Dengan mencontoh ketabahan dan komitmen Fattimah, perempuan masa kini dapat menjalani hidup lebih tenang, bijaksana, serta penuh makna. Mereka akan mampu menyeimbangkan kehidupan pribadi dan profesional tanpa mengorbankan nilai - nilai utama.


   Sosok Fattimah Az - Zahra menjadi inspirasi bahwa perempuan bukan semata terukur dari pencapaian luar, melainkan dari ketulusan, keteguhan, dan kemampuannya memberi dampak positif bagi perempuan dan masyarakat.


   Bahkan setelah ayah Fattimah Az - Zahra wafat, ia tetap mampu bersikap tenang dan terhormat. 

Ia menunjukkan sikap integritas dan kekuatan moral yang menginspirasi.



   Hadist yang menujukkan keutamaan Fattimah Az - Zahra itu sebagai perempuan pemimpin di surga, Rasulullah Saw bersabda. " Fattimah adalah pemimpin perempuan di surga". ( HR. Bukhari, no 3320 ; Muslim, no 2436 ; Tirmizi, no 3692 ). Hadist ini menegaskan posisi Fattimah sebagai perempuan paling mulia di surga, yang menjadi pemimpin bagi semua perempuan di sana. 


   Rasulullah Saw sendiri yang memberi gelar tersebut, gelar sebagai pemimpin para perempuan di surga yang menunjukkan betapa tingginya kedudukan beliau di sisi Allah SWT. Sebagai ibu dari Hasan dan Husain, ssrta nenek moyang keturunan Rasulullah Saw, Sayyidah Fattimah memiliki posisi penting. Beliau kerap mendapat sebutan "Ibu seluruh Ahlul Bait" , tidak hanya secara fisik tetapi juga secara spiritual.



    - Wafatnya Sayyidah Fattimah Az - Zahra.


   Sayyidah Fattimah meninggal dunia pada usia 29 tahun, setelah beberapa bulan wafatnya nabi Muhammad Saw. Fattimah dimakamkan secara sembunyi - sembunyi oleh Ali Bin Abi Thalib bersama kedua putra nya yakni Hasan dan Husain. 

Hingga saat ini keberadaan makamnya menjadi misterius. Kepergian Fattimah membuat sedih bagi keluarga dan umat islam. Namun keteladan Fattimah membuat seorang wanita yang teguh dalam iman dan pengabdian tetap di kenang oleh umat islam hingga saat ini. 



    Dengan ini Kisah Fattimah Az - Zahra putri nabi Muhammad Saw, yang menjadi sosok teladan bagi para istri, bagi muslimah yang mencontoh sosok Sayyidah Fattimah semoga bisa menjadi bermartabat di hadapan Allah SWT.

Kisah Seorang Sahabat Nabi Muhammad. ( Zaid Bin Haritsah )

 - Biografi Zaid Bin Haritsah. Nama lengkap beliau yaitu Zaid Bin Haritsah bin Syahrahil bin Ka'ab bin Abdul 'Uzza bin Imriil Qais bin 'Amir bin An - Nu'man bin 'Amir bin Abdi Wuddi bin 'Auf bin Kinanah bin Bakr bin 'Auf bin Udzrah bin Zaid Al - Lati bin Rufaidah bin Tsaur bin Kalb bin Wabrah.


   Ibu Zaid bernama Su'da bin Tsa'labah. Ketika beliau masih kecil, ibunya mengajak ia untuk pergi ke perkampungan Bani Mu'in yang merupakan suku asli Zaid bin Haritsah.


   Kunjungan di perkampungan tersebut bertepatan dengan serbuan sekawanan tentara berkuda dari Bani Al - Qin bin Jusr.


   Lalu mereka menawan Zaid bin Haritsah dan akan mereka jual sebagai budak. Hakim bin Hizam bin Khuwailid kemudian membeli Zaid dan akan dihadiahkan kepada bibinya, yaitu Sayyidah Khadijah bin Khuwailid. Pada saat itu Sayyidah Khadijah telah menikah dengan Nabi Muhammad Saw yang saat itu masih belum di angkat menjadi Rasul. 


   Pada saat melihat Zaid, Nabi Muhammad meminta Sayyidah Khadijah menghadiahkannya untuk beliau. Lalu nabi Muhammad memerdekakan Zaid dan mengangkat menjadi anak sejak itu. Dan Zaid di kenal sebagai nama Zaid bin Muhammad. 



  - Zaid Bin Haritsah Merupakan Prajurit Yang Tangguh.


   Zaid merupakan panglima perang yang banyak mengikuti pertempuran islam pada masanya. Beliau sosok yang tangguh dan pemberani.

   Karena sosok nya yang sangat pemberani. Zaid sangat berjasa besar terhadap Rasulullah Saw di perang Uhud kala itu. 


   
 - Kontroversi Pernikahan Zaid Bin Haritsah. 


   Sebuah kontroversi terjadi dikalangan umat pada saat itu. Sejak Zaid bin Haritsah menikah dengan seorang perempuan dari kalangan terpandang keturunan Quraisy dari suku As'ad yakni wanita itu bernama Zainab. Lalu Zainab dan Zaid bercerai. Lalu Zainab dinikahi oleh Nabi Muhammad Saw.


   Semua umat menggunjing nabi Muhammad Saw. Mereka mengatakan bahwa nabi Muhammad menikahi mantan istri anaknya sendiri. 


   Allah SWT menegaskan bahwa Zaid bin Haritsah bukan anak nabi Muhammad, beliau hanya sekedar anak angkat. Jadi secara hukum, jika ia mempunyai seorang mantan istri, mantan istri tersebut boleh dinikahi Rasulullah Saw.


   Pernikahan nabi Muhammad Saw dengan Zainab ( mantan istri anak angkat nya ) bertujuan agar meruntuhkan tradisi Jahiliyah yang menganggap anak angkat memiliki kedudukan hukum yang sama dengan anak kandung.

Melalui peristiwa ini, Allah SWT menegaskan dalam Surah Al - Ahzab ayat 40 :

Yang berbunyi :


   "Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, melainkan dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu".

   Allah SWT menurunkan ayat 37 surat Al - Ahzab yang menegaskan hal tersebut yang juga menyertakan nama "Zaid" dalam ayat tersebut. 

Yang berbunyi : 


   (Ingatlah) ketika engkau ( Nabi Muhammad ) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau ( juga ) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka, ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya ( menceraikannya ), Kami nikahkan engkau dengan dia ( Zainab ) agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk ( menikahi ) istri - istri anak - anak angkat mereka, apabila mereka telah menyelesaikan keperluan terhadap istri - istrinya. Ketetapan Allah itu pasti terjadi".



   Dan pada saat itulah, kaum muslimin memahami aturan baru, yakni : 


- Anak angkat tidak memiliki hak waris dari orang tua angkatnya. 


- Mantan istri dari anak angkat diperbolehkan untuk dinikahi oleh bapak angkatnya setelah masa iddah akhir. 


- Anak angkat tetaplah anak angkat, bukan anak kandung secara hisab. 



   - Wafatnya Zaid Bin Haritsah.


   Zaid bin Haritsah meninggal dunia pada saat beliau mengikuti Perang Mu'tah. Peperangan ini terjadi pada Jumadil Ula tahun 8 H atau 629 M. Pada saat itu Zaid ditunjuk sebagai salah satu komandan Perang, bersama Ja'far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Mereka mengemban suatu amanah untuk saling bergantian menjadi komandan perang apabila salah satu nya ada yang gugur.


   Zaid Bin Haritsah menjadi panglima pertama yang di tunjuk oleh Rasulullah Saw, untuk membawa pasukan ke Mu'tah. 
Dua pasukan berhadapan sangat sengit. Zaid menebasi anak panah musuh hingga akhirnya tewas.


   Kematian Zaid membuat Rasulullah Saw sedih. Dari Aisyah RA berkata : 


   "Setiap Rasulallah Saw mengirimkan suatu pasukan yang disertai Zaid, ia selalu diangkat Nabi jadi pemimpinnya. Seandainya ia masih hidup sesudah Rasulullah Saw, tentulah ia akan diangkatnya sebagai Khalifah."



   Kisah Zaid Bin Haritsah mengingatkan kita akan ketaatan yang mutlak kepada Allah SWT dan Rasulullah. Disebutkan nama Zaid Bin Haritsah dalam Al - Qur'an menjadi bukti kemuliaan kedudukannya di sisi Allah SWT, sekaligus menjadi sarana bagi turunnya syariat islam yang menghapuskan kebiasaan buruk pada zaman Jahiliyah. 

Kisah Keteguhan Dan Keikhlasan Nabi Adam AS.

Manusia pertama yang Allah SWT ciptakan dari tanah liat. Di dalam Al - Qur'an Allah SWT menyebutkan bahwa penciptaan Adam adalah bagian dari kehendaknya.


  Malaikat pun bertanya - tanya mengapa Allah SWT menciptakan makhluk yang bisa menimbulkan kerusakan di muka bumi.


   Lalu Allah SWT membentuk Adam dengan tangannya, sampai menghidupkan ruh ke dalam tubuh Adam, dan memperintahkan seluruh malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan bukan menyembah.

   Semua malaikat pun tunduk kecuali iblis yang sangat sombong, iblis menolak karena merasa dirinya lebih mulia. Dan dari sinilah permusuhan antara iblis dan manusia di mulai.


   Di dalam surga Allah SWT memberi Adam pasangan yang di ciptakan dari tulang rusuknya agar menjadi teman hidup nabi Adam, mereka berdua mendapat segala kenikmatan, tetapi Allah SWT memberi satu larangan yaitu mendekati pohon tertentu.


   Iblis pun akhirnya membujuk nabi Adam dan Hawa dengan tipu daya yang iblis miliki sehingga mereka tergoda dan memakan buah terlarang tersebut, akibat dari perbuatan Adam dan Hawa mereka akhirnya di turunkan ke Bumi sebagai tempat hidup dan ujian. Nabi Adam As menyesali perbuatannya dan bertaubat dengan sungguh - sungguh. 


   - Khalifah Pertama Di Muka Bumi Nabi Adam As. 


   Nabi Adam pun memulai kehidupannya di muka bumi sebagai manusia pertama. Allah SWT memberinya ilmu pengetahuan, serta menjadikannya pemimpin bagi anak cucunya. Dari keturunan nabi Adam lah manusia berkembang biak di seluruh penjuru dunia. 


   Beliau mendidik keturunannya untuk beribadah, mencari rezeki dengan halal, jujur, serta amanah dalam menjalankan tugas. 



   - Bertemu nya Nabi Adam As Dan Siti Hawa Di Jabal Rahmah.


   Tempat bersejarah yang mengingatkan umat islam akan kasih sayang dan pengampunan, serta rahmat Allah SWT, tempat itu ialah Jabal Rahmah.


   Jabal Rahmah yang berarti "bukit kasih sayang", yang terletak di padang Arafah dan sekitar 20 kilometer dari Masjidil Haram di Makkah. Bukit ini berukuran kecil dengan ketinggian sekitar 70 meter. 


   Jabal Rahmah sering menjadi tujuan kunjungan para jama'ah haji dan umrah. Jabal Rahmah menjadi sangat ramai pada tanggal 9 bulan Dzulhijjah yaitu hari Arafah. 



   - Berikut Keistimewaan Dan Peristiwa Penting Di Jabal Rahmah.


1. Monumen Batu Di Puncak Jabal Rahmah. 

   Monumen ini sering menjadi tujuan kunjungan para jamaah haji dan umrah yang datang untuk mengenang kisah bersejarah tersebut. 


2. Tempat Bertemu nya Nabi Adam Dan Siti Hawa.

   Jabal Rahmah dan Siti Hawa di pertemukan kembali setelah mereka diturunkan dari surga. Setelah melanggar larangan Allah SWT. Mereka diturunkan di bumi dan di tempatkan di tempat berpisah.

Mereka melalui rasa penyesalan dan pertobatan panjang, sebelum akhirnya dipertemukan kembali di Jabal Rahmah sebagai bentuk kasih sayang dan pengampunan dari Allah SWT. 


4. Tempat Rasulullah Menyampaikan Khotbah Wada'.

   Dalam Khotbah tersebut menekankan bahwa pentingnya menjaga hak - hak manusia dan nilai - nilai dasar islam yang harus di jaga oleh umat islam.


5. Tempat Turunnya Wahyu Terakhir.

   Turunnya wahyu ini menandakan bahwa kesempurnaan agama islam, yang menjadi pedoman lengkap umat islam. Tidak ada wahyu lagi yang di turunkan setelahnya, sehingga ajaran islam telah mencakup segala aspek kehidupan.



   Nabi Adam As memiliki dua putra yaitu Habil dan Qabil, tetapi kedua putra nabi Adam As memiliki perselisihan, Allah SWT memperintahkan anak nabi Adam melakukan suatu qur'an. Lalu Qur'ban Habil diterima oleh Allah SWT karena keikhlasannya. Disisi lain Qur'ban Qabil di tolak oleh Allah SWT sebab penuh rasa iri dan dengki. 


   Perseteruan itu terjadi dan mengakibatkan Qabil membunuh Habil. Pembunuhan ini terjadi pertama kali dalam sejarah manusia. 



   - Wafatnya Nabi Adam As. 


   Nabi Adam As hidup hingga cukup lama, bahkan ada yang menyebutnya bahwa umur beliau mencapai 960 tahun, sebelum beliau meninggal ia berpesan kepada cucunya agar selalu berpegang teguh pada Tauhid, menjauhi godaan iblis, dan selalu beribadah kepada Allah SWT.


   Nabi Adam As mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, dan ujian akan selalu datang silih berganti. Oleh karena itu hanya imanlah dan keteguhan hati manusia yang bisa bertahan ke jalan yang benar. 


   Kepergian beliau menjadi pengingat bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati dan akan kembali pada sang pencipta. Amal ibadah dan ketaatan lah yang menjadi bekal di hari esok mati.


  Dari kisah ini, kita bisa belajar bahwa sifat iri dengki itu sangat bahaya, dengan itu kita harus ikhlas dalam melakukan segala sesuatu. 


  

Kisah Keteguhan Nabi Musa AS.

Kelahiran Nabi Musa As.


Nabi Musa As berasal dari Imam al - Sudiy yang di ceritakan kembali oleh Abu Malik dan Abu Shalih serta dari Ibnu Mas'ud yang mendapatkan cerita dari kalangan sahabatnya.


Kisah ini bermula dari Fir'aun yang bermimpi melihat api dari Baitul Maqdis. Lalu api tersebut membakar mesir, akan tetapi api tersebut tidak membahayakan Bani Israil.


Setelah bangun dari mimpinya, Fir'aun lalu mengumpulkan para ahli nujum dan beberapa tukang sihir, Fir'aun meminta mereka untuk menceritakan apa maksud dari mimpi tersebut.


Mereka akhirnya menceritakan bahwa mimpinya akan lahir seorang anak laki - laki yang akan menghancurkan mesir, dan bayi tersebut berasal dari Bani Israil.


Lalu Fir'aun memerintah untuk membunuh semua bayi laki - laki tanpa terkecuali, dan setelah itu lahirlah Nabi Musa As dari kalangan Bani Israil.



Nabi Musa As Menjadi anak Angkat Fir'aun.


Setelah nabi Musa lahir, ibu nabi Musa khawatir dan gelisah, ia takut para bala tentara Fir'aun akan membunuh anak laki - lakinya.


Allah SWT pun akhirnya memberi ibu nabi Musa sebuah ilham untuk menghanyutkan nabi Musa ke sungai. Tapi Allah SWT pun berjanji akan mengembalikan nabi Musa pada suatu saat nanti.


Sungai tempat nabi Musa dihanyutkan ternyata sampai di istana Fir'aun, dan pada saat itu istri Fir'aun yang menemukan nabi Musa As. Istri Fir'au bernama Asiyah binti Muzahim bin Ubaid bin al -Rayyan bin al -Walid.


Setelah menemukan bayi laki - laki itu, Asiyah pun mengasuhnya dan memberi nabi Musa Asi dari perempuan yang juga menyusui saat itu. Musa tidak mau menyusu di pada mereka, akhirnya ibu kandungnya pun menawarkan diri untuk menyusui Musa pada saat itu.


Akhirnya Musa pun mau menyusu pada ibu nya, dan itu terbukti nyata bahwa Allah SWT telah mengembalikan Nabi Musa As kembali pada ibu kandungnya. 


Sejak kelahiran nabi Musa As, Musa menjadi anak angkat Fir'aun dan Asiyah selama beberapa tahun hingga Musa beranjak remaja.


Pada suatu hari, Nabi Musa mendapati dua orang yang sedang berkelahi saat beliau jalan - jalan di kota. Orang pertama dari pasukan Fir'aun, dan orang kedua dari Bani Israil. Beliau membantu orang yang dari Bani Israil dan memukul orang dari pasukan Fir'aun dan sampai orang itu meninggal. 


Nabi Musa takut, Fir'aun akan memarahinya karena salah satu pasukannya meninggal di tangannya. Beliau pun melarikan diri ke kota Madyan dan di tengah perjalanan ia bertemua dengan kelompok orang yang sedang berebut untuk mengambil minum di sebuah sumur buat hewan ternak mereka.


Akhirnya nabi Musa As, membantu mereka dan memberikan minum pada hewan ternak nya, setelah itu beliau mengantar mereka pulang dan ternyata mereka adalah putri nabi Syuaib.


Akhirnya nabi Musa As pun menceritakan pelariannya kepada nabi Syuaib dan salah satu nabi Allah SWT tersebut meminta nabi Musa untuk membantu ngembalakan hewan ternak yang ia punya. Musa pun mengiyakan permintaan tersebut.


Dan pada saat itu, nabi Syuaib berkata kepada nabi Musa jika ia berhasil mengembala ternak selama 8 tahun. Maka ia akan diberi pilihan untuk menikahi salah satu putrinya. Tetapi jika Musa berhasil mengembala sampai 10 tahun ia diizinkan untuk memilih salah satu putrinya untuk dijadikan istri bahkan boleh keduanya. 


Seiring berjalannya waktu, nabi Musa mengembala sampai 10 tahun lamanya. Musa pun akhir nya ingat dengan kekejaman Fir'aun dan bala tentaranya yang sering menindas Bani Israil. 

Nabi Musa pun meminta izin kepada nabi Syuaib untuk kembali ke kota asalnya dengan tujuan menyelamatkan kaumnya dari penindasan Fir'aun. 



Wahyu Pertama Nabi Musa Di Bukit Thursina.


Nabi Musa menikahi putri nabi Syuaib yang bernama Shafura. Ketika mereka berdua berjalan menuju negara Mesir.


Ketika mereka bermalam di sebuah bukit, ia melihat sebuah cahaya dan nabi Musa mendekati asal muasal cahaya tersebut.


Setiba di sana, sebuah suara menuju arah nabi Musa As, wahyu yang beliau terima kurang lebih seperti ini. "Musa kamu sedang berada di lembah suci, lepaskan terompah yang kamu kenakan dan kamu menjadi Rasul utusanku.".



Dakwah Nabi Musa As Kepada Fir'aun.


Setelah mendapatkan wahyu, nabi Musa As pun melanjutkan perjalanannya menuju Mesir.


Sesampai di Mesir, nabi Musa As menemui ibunya lalu mengajak nabi Harun As untuk berdakwah. 
Nabi Musa As mengajak Fir'aun untuk menyembah Allah SWT. Beliau pun berkata bahwa ia menjadi utusan dan Rasul Allah SWT.


Tentu saja Fir'aun menolak ajakan nabi Musa As, dan Fir'aun meminta bukti kalau memang nabi Musa As utusan Allah, maka harus menunjukkan mukjizatnya. 


Lalu Fir'aun meminta para tukang sihir untuk melemparkan tali - tali nya dan seketika menjadi ular.


Allah SWT pun memberi wahyu nabi Musa untuk melemparkan tongkat nya juga, dan seketika tongkatnya berubah menjadi ular yang sangat besar akhirnya memakan ular - ular si tukang sihir tersebut.


Fir'aun sangat murka melihatnya dan menyebut nabi Musa hanyalah seorang tukang sihir.


Mukjizat Nabi Musa As Membelah Lautan.


Nabi Musa As dan nabi Harun As pun berdakwah di hadapan Fir'aun, tentu saja hal itu membuat Fir'aun semakin murka.


Fir'aun pun memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh Nabi Musa As dan juga para pengikut nabi Musa As. Mendengar hal itu nabi Musa dan para pengikutnya melarikan diri ke laut merah.


Nabi Musa pun tegang atas situasi yang di hadapinya, sedangkan para bala tentara Fir'aun sudah di belakang nya dan mengejar nabi Musa.


Dan pada suatu lautan yang terbentang luas, bala tentara Fir'aun menghadangi jalan nabi Musa dan para pengikut nya.


Allah SWT pun memberi wahyu pada nabi Musa As, beliau di perintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke arah laut.


Laut pun terbelah menjadi dua secara otomatis, kemudian nabi Musa pun menyebrangi lautan tersebut. 


Setelah nabi Musa dan para pengikutnya berada di seberang lautan, pasukan Fir'aun masih berada di tengah lautan. Allah SWT pun menyuruh nabi Musa memukul tongkatnya kembali ke laut merah.


Jadilah laut kembali, Fir'aun dan para pasukan nya tenggelam di laut tersebut.


Dalam beberapa hari tubuh Fir'aun di temukan utuh dan tidak membusuk.



Wafatnya Nabi Musa As.


Akhir kisah nabi Musa As, selalu mengajak umatnya untuk berada di jalan yang benar. Nabi Musa As wafat di usia 120 tahun di sebuah padang Tieh.



Beberapa Sikap Keteladanan Nabi Musa As.

1. Sabar saat sedang berdakwah.

2. Suka membela orang yang lemah.

3. Tekun dalam belajar.

4. Taat pada Allah SWT.

5. Seseorang yang pemberani dalam menyampaikan kebenaran. 



Beberapa Mukjizat Nabi Musa As.

1. Tongkat yang membelah lautan.

2. Tangan yang bersinar. Dan beberapa mukjizat nabi Musa As lainnya. 

Kisah Dan Keteladanan Nabi Yunus AS.

Nabi Yunus merupakan seorang nabi bagi agama samawi, agama samawi meliputi agama islam Yahudi dan Kristen. 
Beliau di tugaskan berdakwah pada orang Assyria Ninawa - Iraq. 

    Kisah Awal Nabi Yunus As Mengajak Masyarakat Berjuang Ke Jalan Yang Benar. 
 Di Minawa mayoritas memiliki kepercayaan yakni menyembah berhala dan menganggap bahwa berhala adalah jelmaan tuhan. Tetapi itu semua tidak membuat nabi Yunus tergoda dan mengikuti kepercayaan masyarakat sekitar. 

   Nabi Yunus memiliki kisah menyedihkan di mana sejak kecil beliau harus kehilangan sosok ayah tercinta. 
Nabi Yunus As di utus Allah SWT untuk mengajak para penduduk Ninawa bertaubat meninggal berhala yang di sembah nya itu, lalu mulai menyembah Allah SWT. Namun hal itu di tolak secara mentah - mentah oleh penduduk Ninawa, sehingga membuat Nabi Yunus di usir dan bahkan di hina. 
 Padahal nabi Yunus memiliki niat yang sangat baik dan tidak menginginkan penduduk di sana mendapat azab dari Allah SWT. Sayang sekali penduduk sana tidak ada yang percaya dan bahkan menentang perkataan Nabi Yunus As. Badahal waktu itu nabi Yunus As belum sempat menjelaskan azab tersebut, akan tetapi beliau merasa kecewa kepada penduduk Ninawa sehingga memilih untuk pergi. 

  Penduduk Ninawa tetap berseru bahwa berhala yang mereka sembah merupakan tuhan yang layak, bukan Allah SWT maupun siapapun. Diturunkannya Azab Bagi Penduduk Ninawa. 
 Tidak lama setelah Nabi Yunus pergi meninggalkan penduduk Ninawa, azab itu datang terlihat dari langit yang menjadi gelap. Tetapi Nabi Yunus telah pergi meninggal penduduk Ninawa dengan menaiki kapal besar bersama beberapa awak kapal. 

    Ketika kapal yang dinaiki Nabi Yunus As terombang ambing, dengan berat hati nahkoda mengambil keputusan dengan mengurangi jumlah penumpang. Nahkoda tersebut membuat undian, siapapun yang keluar nama di di undian tersebut harus di lempat ke laut. 
 Dan ketika dilakukan undian nama Nabi Yunus As keluar selama tiga kali berturut - turut, sehingga mau tidak mau nabi Yunus As di lempar ke laut, lalu datanglah seekor paus yang di tugaskan Allah SWT untuk menelan Nabi Yunus As. 

  Nabi Yunus As tersadar bahwa dirinya ada di dalam perut ikan paus, dan nabi Yunus sadar bahwa telah melakukan kesalahan besar, beliau kurang sabar dalam menghadapi dan mengajak penduduk Ninawa untuk bertaubat.

   Nabi Yunus mengucap istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT, dan beliau yakin bahwa Allah SWT akan mengampuninya. Doa Nabi Yunus As ketika berada di dalam perut ikan paus. 

Beliau mengucapkan doa : "Laa ilaaha illa Anta, Subhaanaka, innii Kuntu minaz - zhalimiin" ( Tidak ada Tuhan selain Engkau, maha suci engkau, sesungguhnya aku termasuk orang - orang yang zalim ). 

  Tiga hari berlalu, nabi Yunus As di muntahkan oleh paus pada sebuah tanah yang tandus.

 - Belajar Tentang Kesabaran. 

 Kisah ini mengajarkan kita betapa pentingnya kesabaran dalam menjalani tugas berdakwah, meskipun awalnya beliau merasa putus asa, tetapi akhirnya beliau menyadari bahwa segala sesuatu terjadi karena sesuai rencana Allah SWT.

 Sama halnya kisah nabi Ayyub As yang mengajarkan kita akan kesabaran, beliau terus berdoa agar di sembuhkan dari penyakit kulitnya dan beliau tidak pernah menyerah. Nabi Yunus As Mengajarkan Kita Akan Pentingnya Bertaubat. 

  Nabi Yunus As dan penduduk Ninawa sama - sama menunjukkan penyesalan dan memohon ampunan kepada Allah SWT, tobat yang tulus dapat menghapus dosa - dosa dan membawa keberkahan juga keselamatan. 

    - Wafatnya Nabi Yunus As. 

 Allah SWT menerima taubat nabi Yunus As dan mengutus nya untuk kembali ke Ninawa, dan setelah azab kemarin penduduk Ninawa ingin bertaubat dan Allah SWT menerima taubatan semua penduduk Ninawa. 

 Dan Nabi Yunus pun memutuskan untuk tinggal bersama penduduk Ninawa hingga beliau wafat. 
Saat itu nabi Yunus wafat di usia 110 tahun, dan sampai saat ini ada sejumlah tempat yang di percayai menjadi tempat Nabi Yunus As berada. Tempat itu menyerupai sebuah bukit dengan di tambahi masjid diatas nya, bahkan sampai saat ini banyak orang yang datang berkunjung di tempat itu.

   Menurut sejumlah para ulama makam tersebut terletak di antara daerah Lebanon hingga Desa Arab di Masyhad.

-  Hikmah Yang Bisa Diambil dari Kisah Nabi Yunus As. 

 Dengan penuh hikmat kisah Nabi Yunus As mengajarkan tentang kekuasaan Allah SWT, pentingnya kesabaran, kekuatan doa, dan juga pengampunan. 
Nabi Yunus As memberi contoh bahwa setiap ujian dan juga cobaan adalah bagian dari rencana Allah SWT. 

Beliau mengajak kaum muslimin untuk merenungi pentingnya keteguhan dalam iman dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Dan terus berikhtiar.

 Demikian kisah Nabi Yunus As yang dapat di teladani bagi semua nya, dimana beliau mengajarkan kita untuk bersabar dan sanantiasa bertaubat ke jalan yang benar, kisah ini juga menginspiratif bahwa Allah SWT maha pengampun, selagi hambanya mau bertaubat.

Menguak Kisah Hebat Nabi Muhammad SAW.

Kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw.


    Baginda Nabi Muhammad Saw lahir pada hari senin, rabi'ul awal bertepatan dengan tahun gajah. Dan bertepatan pada tanggal 21 april 571 M. Baginda Nabi di lahirkan dari suku Quraisy, suku yang paling di kenal dan di hormati oleh setiap masyarakat Arab pada waktu itu. 

   Nabi Muhammad berasal dari Bani Hasyim, anak suku yang paling di hormati bangsa Quraisy. Nabi Muhammad Saw, di lahirkan dalam keadaan yatim, itu di karenakan ayah rasulullah meninggal dunia sejak baginda dalam di kandungan ibu nya pada usia 2 bulan. 
  Setelah beliau lahir di besarkan oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib, dan di asuh serta di susui oleh Halimah Sa'diyah, yaitu wanita yang penuh dengan keikhlasan. Dan Allah SWT mengkaruniai kelimpahan susu saat baginda nabi muhammad waktu masih bayi.

    Sewaktu baginda nabi Muhammad waktu kecil, beliau tumbuh dalam keadaan yatim piatu, meskipun beliau kehilangan ayah nya dan kehilangan ibu nya waktu usia 6 tahun, baginda tetap dalam asuhan kakeknya. Pada suatu hari kakeknya wafat saat nabi usia 8 tahun, lalu beliau di besarkan oleh pamannya, yaitu Abu Thalib. 
 Meskipun tumbuh dalam keterbatasan baliau menunjukkan sikap yang mulia sejak kecil dan di kenal akan kecerdasan serta kejujuran beliau. 

    Saat Rasulullah Saw di ajak berdagang oleh pamannya ke negeri Syam, sampai di kampung Bushra, mereka di sambut oleh pendeta yang bernama Buhaira. Sang paman menceritakan sifat - sifat yang di miliki oleh nabi Muhammad Saw kepada Buhaira. Dan saat itulah Buhaira mengatakan bahwa anak ini akan menjadi pemimpin yang sangat besar pada suatu saat nanti, karena Buhaira mengetahui ciri - cirinya dari kitab yang di kaji oleh sang pendeta. 

    Dan pada saat itulah Buhaira meminta Abu Thalib untuk tidak mengajak nabi muhammad ke Negeri Syam. Di karenakan Buhaira khawatir kaum Yahudi yang ada di negeri Syam akan mencelakai Nabi Muhammad Saw, akhirnya Abu Thalib memperintahkan anak buahnya untuk membawa nabi Muhammad Saw untuk kembali ke Mekkah. 

 -  Pernikahan Nabi Muhammad Saw. 

    Dan saat usia Nabi 25 tahun, beliau mulai berdagang bersama seorang wanita kaya yang bernama Khadijah. Pada saat itu Khadijah memberi modal nabi Muhammad dengan sistem bagi hasil. Dengan kejujurannya dan budi pekerti yang luhur, akhirnya beliau melamar nya melalui sahabatnya yaitu Nafisah Binti Umayyah.

 Mereka pun menikah dengan simbol kebahagiaan dan cinta yang sangat tulus, Khadijah pun mendukung perjuangan nabi Muhammad Saw hingga akhir hayatnya. 

    Saat Rasulullah umur 40 Tahun, beliau mulai suka menyendiri dan menghindar dari kehidupan kaumnya yang penuh kesyirikan dan tercela. Dengan berbekal sekantong makanan dan minuman secukupnya, beliau sering pergi menuju Goa Hira yang berjarak sekitar 2 mil dari kota Makkah. 

    Nabi Muhammad Saw menghabiskan waktunya untuk senantiasa beribadah serta menyadari akan adanya kekuasaan yang agung di balik semua ciptaan ini. 

   Dan pada usianya yang ke 40 tahun, nabi Muhammad sedang beribadah di Goa Hira, lalu beliau menerima wahyu pertama oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril, ayat yang pertama diturunkan yaitu surah Al - Alaq ayat 1 - 5, dan memulai peran Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir. 

   Setelah menerima wahyu, nabi Muhammad Saw memulai berdakwah secara terang - terangan, dakwah beliau mendapat tantangan besar dari kaum Quraisy. Mereka menentang ajaran islam karena khawatir hal tersebut akan merusak agama nenek monyang yang menyembah berhala. Abu Jahal dan Abu Lahab termasuk yang menentang Nabi, bahkan mereka menyebar fitnah dan melakukan kekerasan terhadap Nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya.

    Dikarenakan tekanan yang semakin besar di Mekkah, akhirnya nabi Muhammad dan pengikutnya melakukan hijrah ke Madinah pada tahun 622 M, beliau di terima baik oleh warga sana dan mulai membangun islam yang kuat. Pada tahun kedua Hijriah, perintah zakat dan qurban mulai di sampaikan kepada umat islam sebagai bagian dari ajaran dan untuk saling berbagi dan membantu sesama. Wafatnya Nabi Muhammad Saw. 

    Dakwah beliau udah mulai semakin sempurna, dan mulailah tanda - tanda perpisahan Nabi Muhammad Saw, hal tersebut udah mulai nampak dari perasaan dan ucapan maupun perbuatan beliau.

  Dan pada hari senin, saat kaum muslimin mau melaksanakan sholat subuh yang akan di Imami oleh Abu Bakar. Beliau membuka tirai rumahnya untuk melihat mereka, lalu beliau tersenyum. Abu Bakar mundur ke barisan shaff sholat, karena mengira bahwa Rasulullah Saw yang akan menjadi Imam sholat. Tetapi Rasulullah Saw melambaikan tangannya dan memberikan isyarat agar mereka harus meneruskan sholatnya. Lalu baginda nabi Muhammad Saw masuk kembali ke kamar nya dan menutup tirai rumahnya.

  Dan setelah kejadian itu waktu Dhuha, hari senin 12 Rabiul Awal, tahun 11 H, tepat usia nabi 63 tahun, beliau wafat dan meninggalkan umatnya pada masa itu. Kesedihan itupun memuncak karena sang kekasih Allah SWT tercinta telah tiada.


-  Empat sifat Rasulullah Saw Yang Menjadi Pondasi Keteladanan.
 1. Shiddiq ( Kejujuran ). 
Beliau tidak pernah menipu, sikap jujur ini membuat beliau mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat Quraisy. 
 2. Amanah ( Dapat Dipercaya ).
 Amanah menjadi karakter yang melekat dalam diri masyarakat. 
 3. Tabligh ( Menyampaikan Kebenaran ). 
Apa yang Allah perintahkan, beliau sampaikan meski sering mendapatkan penolakan dari masyarakat. 
 4. Fathanah ( Cerdas dan Bijaksana ). Kecerdasan beliau terlihat dalam cara beliau menyelesaikan konflik. 

   Dengan demikian Kisah hebat Baginda Nabi Muhammad Saw, yang telah berjuang berdakwah, meskipun banyak rintangan dan tantangan, beliau tidak gentar. Tetap mendirikan agama islam.

Kedermawanan Serta Rasa Kasih Sayang Shaibah "Abdul Muthalib" Kepada Sang Cucu.

Syaibah Bin Hasyim, lebih di kenal dengan nama Abdul Muthalib adalah pemimpin keempat konfederasi suku Quraisy. Beliau ialah kakek dari nabi Muhammad Saw. Abdul Muthalib memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bangsa Quraisy.

Dari sudut silsilah Rasulullah Saw, Abdul Muthalib adalah ayah dari Abdullah yang merupakan ayah dari Nabi Muhammad Saw. Abdul Muthalib ialah sosok yang paling terpandang, beliau memiliki sikap yang sangat bijaksana dan berkharismatik. 

 - Kehidupan Abdul Muthalib. Kakek nabi Muhammad Saw, atau biasa di sebut Abdul Muthalib adalah anak dari Hasyim bin Abdul Manaf, beliau memiliki nama asli Shaibah. Nama Abdul Muthalib beliau dapatkan saat ia memasuki mekkah dan di bonceng oleh saudaranya yakni Al Muthalib. Saat itu warga sana mengira bahwa ia seorang budak dari Al Muthalib, maka dari itu beliau di juluki Abdul Muthalib. Beliau menetap di Yaman bersama saudara dan pamannya, hingga pada suatu hari pamannya meninggal. Dan beliau menggantikan posisi pamannya dan mulai memimpin bangsa Quraisy pada waktu itu.

 Mengutip sejarah buku cinta Rasul : Melalui Sri Januarti Rahayu ( 2020 ), menyatakan bahwa Abdul Muthalib merupakan penemu sumur Zam - zam yang sempat menghilang pada waktu itu, beliau sempat bermimpi ditemui sosok yang memperintahkan dirinya untuk menggali sumur tersebut. Pada masa itu, sumber mata air merupakan sesuatu yang sangat berharga, oleh karena itu di daerah nya yang kering, setelah di temukan kembali sumur zam - zam tersebut, Abdul Muthalib menjadi sosok yang sangat amat di hormati oleh bangsa Quraisy. Beliau juga merupakan sosok yang mengurus sumur air zam - zam tersebut. 

 - Kasih Sayang Abdul Muthalib kepada Sang Cucunya. Di dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjidil Haram, ia sedang mendekati kakeknya yang sedang duduk di hamparannya. Saat itu beliau di kelilingi oleh anak - anaknya. Seketika itu anak - anak Abdul Muthalib atau paman nya Rasulullah Saw menahan untuk tidak menginjak tempat singgahan kakeknya tersebut, tetapi beliau sendiri mengizinkan cucunya untuk mendekat, lalu beliau mengatakan " Biarlah dia berjalan mendekat kepadaku ". 

 Hingga seterusnya, setiap nabi Muhammad Saw datang ke sana, kakeknya membiarkannya untuk duduk di sisinya. Rasa kasih sayang itulah yang membuat dirinya ingin terus merawat cucu - cucunya. 

 Pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw, nama Muhamnad sendiri pemberian oleh Abdul Muthalib, dan pada waktu itu juga nama Muhammad tidak ada di Jazirah Arab dan muka bumi. 

 Nama Muhammad juga beliau dapatkan ketika pergi berdagang ke Syam, lalu di sana beliau bertemu dengan pendeta. Pendeta tersebut mengatakan bahwa akan lahir seorang nabi terakhir di daerah Abdul Muthalib yang bernama Muhammad.

Kisah Dua Cucu Kesayangan Nabi Muhammad Saw ( Hasan dan Husain ).

Sayyidina Hasan Bin Ali Ra dan Sayyidina Husain Bin Ali Ra merupakan cucu - cucu kesayangan Rasulullah Saw, kedua nya merupakan cendera mata dan kekasih hati beliau. 

   Sebagai bukti kecintaan Rasulullah terhadap cucu - cucunya beliau menyisihkan waktu untuk bermain bersama mereka, Rasulullah menyebut Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein sebagai penghulu para pemuda di surga kelak. 

Gelar tersebut di nyatakan sendiri oleh Nabi Muhammad Saw. Beliau sangat sayang kepada para cucu - cucunya. Dan mendoakan kebaikan atas keduanya, serta orang - orang yang mencintai mereka.

Rasulullah Saw mempunyai dua cucu kesayangan, yang tak lain adalah putra dari Fattimah Az - Zahra dan Ali Bin Abi Thalib. Setelah menikah dengan Ali Bin Abi Thalib, putri bungsu Rasulullah Saw di karuniai putra pertama yang bernama Hasan, selang satu tahun lahirlah sang adik yang di beri nama Husain. 



 - Hasan dan Husain ialah pemberian nama dari sang kakek ( Nabi Muhammad Saw ). Di kutip dari buku 150 kisah Ali Bin Abi Thalib oleh Ahmad Abdul' Al Al - Thahtawi, di ceritakan bahwa Rasulullah mengganti nama untuk cucunya, ketika cucu pertamanya lahir, Ali Bin Abi Thalib memberi nama anaknya Hurban. Ali Bin Abi Thalib mengatakan, : "Tatkala Hasan lahir, aku menamai nya Hurban." . Lalu Rasulullah Saw datang dan menjawab : "Berikan anakmu kepada ku, dengan nama apa kau menamai nya." Hurban, ujar Ali Bin Abi Thalib. Tetapi nabi Muhammad tidak menyetujui nya, dan beliau mengatakan : "Tidak, namanya adalah Hasan." Nama Hasan lah yang akhir nya yang di pilih.

 Kemudian putra kedua Ali Bin Abi Thalib lahir, Rasulullah Saw lah yang memberikan nama lagi, awalnya Ali Bin Abi Thalib memberi nama Hurban, namun nama tersebut di tolak lagi oleh Rasulullah Saw. "Tatkala Husain lahir, aku menamainya Hurban. Rasulullah Saw datang dan menjawab : "Mana anakmu, berikan kepadaku. Dengan apa kau menamainya." . Hurban ujar Ali Bin Abi Thalib. Tidak, namanya adalah Husain, ujar nabi Muhammad Saw. 

 Hal serupa juga terulang kembali, ketika putra ketiga Ali Bin Abi Thalib lahir, Sayyidina Ali memberi nama Hurban, namun nama tersebut di ganti oleh Rasulullah dengan nama Muhsin. 

 Muhsin adalah calon bayi yang di kandung Fattimah Az- Zahra, Muhsin dinyatakan meninggal karena keguguran. 

Kemudian Fatimah Az-Zahra melahirkan dua putri yakni, Zainab Al - Kubra, dan Ummu Kultsum Al - Kubra. 

 - Hasan dan Husain Cucu Kesayangan Rasulullah Saw. Dikutip dari buku 99 kisah menakjubkan Sahabat Nabi oleh Tethy Ezokanzo, Rasulullah Saw sangat mencintai Hasan dan Husain. 

Ketika Hasan dan Husain masih kecil, Rasulullah sering bercanda dengan mereka. Di ceritakan, pada suatu hari, Rasulullah pernah sujud dalam sholat, tiba - tiba Hasan datang dan menaiki punggung Rasulullah Saw, selama Sayyidina Hasan ada di punggung nya, beliau tidak bangkit dari sujudnya, inilah tanda kasih yang di berikan Rasulullah terhadap sang cucu.

 Hasan adalah cucu pertama Rasulullah yang lahir pada pertengahan Ramadhan tahun 3 Hijriah. Sementara Husain berumur 6 tahun ketika kakeknya meninggal. Walau demikian, ia sudah mampu mengingat banyak hal tentang Rasulullah Saw.

 Husain pun meriwayatkan beberapa Hadist, di antaranya adalah : "Aku mendengar dari Rasulullah Saw, bahwa seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan yang menerima suatu musibah, lalu beberapa lama kemudian ia mengingat kembali musibah itu dan membaca "Inna lillahi wa inna ilahi raajiun" , maka ia akan memperoleh pahala yang sama dengan ketika ia ditimpa musibah tersebut. Husain juga dikenal sebagai anak yang sangat cerdas, ia juga pernah menjelaskan tentang doa yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw, ketika naik perahu. 
Doa itu adalah Surat Hud ayat 41. "Dan dia berkata, naiklah kamu semua kedalam kapal dengan menyebut nama Allah SWT, pada waktu berlayar dan berlabuh, sesungguhnya Tuhanku maha pengampun, maha penyanyang. ( Q.S Hud : 41 ). "Barang siapa membaca doa ini, ia tidak akan tenggelam, kata Husain." 

 Hasan dan Husain tumbuh menjadi dua orang yang sangat hebat, keduanya memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas, dan di kenal sebagai sosok yang berani dalam berperang membela islam. 

 Hasan meninggal pada tahun 670 M, sementara Husain meninggal sepuluh tahun berikutnya yakni pada tahun 680 M. Dengan demikian kisah dua cucu kesayangan nabi Muhammad Saw, yakni Hasan dan Husain.

Mengenal Sosok Halimatus Sa'diyyah ( Ibu Susuan Nabi Muhammad Saw ).

Semua bermula di wilayah Hijaz, terutama di mekkah yang mengikuti tradisi dan kebiasaan mengirim anak - anak mereka, baik itu perempuan maupun laki - laki. Untuk tinggal bersama orang luar kota untuk di rawat dan di asuhnya. 

 Setelah kelahiran Nabi Muhammad Saw. Orang arab sering kali mengirim anak - anak mereka ke desa Badui, dan akan tinggal di sana sampai umur sekitar 7 - 8 tahun. Dari tradisi itulah Nabi Muhammad Saw yang masih bayi bertemu dengan ibu susuan nya yakni Halimatus Sa'diyyah. 



 - Kisah terpilih nya Halimatus Sa'diyyah sebagai ibu susuan Nabi Muhammad. Dikutip dari kisah buku 99 Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah, karya Mashur Abdul Hakim mengenai pertemuan Halimah dan Rasulullah.

 Halimatus Sa'diyyah bertemu dengan seorang perempuan di Makkah lalu mengasuh anak - anak dan menyusui mereka. Di karenakan kebiasaan orang makkah yang menitipkan anak mereka.

 Pada suatu hari ibu Aminah datang bersama Rasulullah Saw ( bayi ), namun Halimatus Sa'diyyah menolak dan tidak mau menerima beliau. Sebab Halimatus Sa'diyyah menolak Nabi Muhammad Saw, karena beliau dapat informasi bahwa anak Aminah anak yatim.

 Halimah pun berkata : "Saya juga Yatim, badahal saya berharap kebaikan dari anak bapak itu." 
 Halimatus Sa'diyyah berkata kepada suaminya : "Saya tidak menemukan anak yang mau saya susui." 
Demi Allah SWT saya akan mencari anak yatim itu dan akan saya ambil. Lalu suami Halimah pun menjawab : "Lakukanlah, barangkali Allah SWT memberikan berkah kepada kita, dengan melakukan hal itu." Halimah pun berkata : Ketika saya mengambil anak itu, dia langsung menyambar kedua payudara saya, dan menyusu bersama saudara - saudara nya ( sesusuan ). 
 Suami Halimah menjawab : "Ya Halimah, demi Allah SWT. Saya memperhatikan kamu dapat banyak berkah." - Keberkahan yang di dapat Halimatus Sa'diyyah.


    Ditulis oleh Sri Januarti Rahayu di jelaskan, ketika Halimah menggendong bayi Rasullah, tiba - tiba hilang rasa kerepotan pada dirinya, dan pada menyusui bayi Rasulullah, ia mampu menyedot air susu sesuka nya sampai merasa kenyang, anak kandung Halimah juga ikut menyusu sampai kenyang, hingga kedua nya tertidur pulas. Padahal ketika waktu perjalan menuju Mekkah, Halimah dan suaminya tidak bisa tertidur dengan pulas karena bayi kandung mereka rewel. 

 Selain itu juga, keledai yang mereka naikin sudah tua dan tidak mampu berjalan jauh apalagi membawa beban berat, dan dengan ajaib nya keledai tersebut tiba - tiba mampu berjalan dengan cepat, dan membawa mereka ke perkampungan ia tinggal. 

 Saat tiba di daerah Bani Sa'ad, betapa terkejut nya mereka menyaksikan sepetak tanah yang ia punya berubah menjadi subur, dan domba yang mereka punya menjadi subur hingga bisa di peras susunya. 

 Dengan demikian kisah Halimatus Sa'diyyah menjadi ibu susuan Nabi Muhammad Saw sewaktu masih bayi, hingga mendapatkan berbagai keberkahan dari Allah SWT selama mengasuh Rasulullah Saw.

Sikap Keteladanan Dan Keteguhan Hati Ulul Azmi.

Ulul azmi ialah sebuah gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Terdapat lima rasul yang mendapatkan gelar ulul 'azmi, yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. 

    Gelar Ulul Azmi udah di jelaskan di dalam Al - Qur'an Surat Al - Ahqaf ayat 35 dan Surat Asy - Syura ayat 13. Artinya : "Maka bersabarlah kamu seperti orang - orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul - rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta di segerakan ( Azab ) bagi mereka.

    Pada hari mereka melihat azab yang di ancamkan kepada mereka ( merasa ) seolah - olah tidak tinggal ( di dunia ) melainkan sesaat pada siang hari ( inilah ) sesuatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik." 


 - Kisah Keteladan Dan Keteguhan Rasul Ulul Azmi. 

 1.) Nabi Nuh As. Nuh Bin Lamik Bin Mutuisyalkh dari keturunan Idris, lalu keturunan Nabi Syits Bin Adam. Di perkirakan hidup pada tahun 3993 - 3043 SM dan di angkat menjadi nabi pada tahun 3650 M. Di perkirakan beliau tinggal di wilayah yang kini di sebut sebagai Iraq. 

 Nabi Nuh di angkat sebagai Ulul Azmi di antaranya karena kesabarannya dalam berdakwah yang selalu dapat hinaan dari kaumnya. Nabi Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga dan juga kerabat, dan juga masyarakat untuk kembali ke jalan yang lurus, hampir 1000 tahun usianya jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang, tetapi istri dan anaknya termasuk penentang ajarannya. Atas kehendak Allah SWT umat nabi Nuh yang membangkang di tenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali Nabi Nuh dan para pengikutnya.

 2.) Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim Bin Azar Bin Nahur dari keturunan Sam Bin Nuh, beliau di perkirakan hidup tahun 1997 - 1822 SM, dan di angkat menjadi nabi pada tahun 1990 SM. Beliau tinggal di Iraq. Nabi Ibrahim As di hadapkan pada suatu kaum yang rusak, yang di pimpin oleh raja Namrud, seorang raja yang sangat di takuti oleh rakyat nya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan. 

 Nabi Ibrahim As yang telah berketetapan hati untuk menyembah Allah SWT, dan menjauhi berhala ( patung - patung ). Beliau memohon kepada Allah SWT agar bisa menghidupkan makhluk yang telah mati. Tujuannya agar bisa mempertebal imannya. Atas petunjuk Allah SWT empat ekor burung di bunuh dan tubuhnya di lumatkan serta di satukan, kemudian tubuh burung - burung itu di bagi menjadi empat bagian, lalu di letakkan di atas puncak bukit yang terpisah satu sama lain. 

 Allah SWT memperintahkan Nabi Ibrahim untuk memanggil burung - burung tersebut, dengan kuasa Allah SWT burung - burung yang sudah mati dan tubuhnya tercampur itu kini hidup lagi. 

 Nabi Ibrahim As menghancurkan berhala kaum babylonia, orang pertama yang mendapatkan dakwah nabi Ibrahim ialah ayahnya sendiri bernama Azar. Azar sangat marah kepada anaknya karena tidak mempercayai berhala yang di sembahnya. Bahkan nabi Ibrahim mengajak untuk menyembah Allah SWT. Nabi Ibrahim pun di usir dari rumah. 

 Pada suatu hari ada perayaan besar penduduk Babylonia dengan tinggal di luar kota selama berhari - hari, lalu kesempatan itulah yang membuat nabi Ibrahim menghancurkan patung berhala dan menyisahkan patung yang besar. 

Ibrahim pun di tangkap dan di adili, hakim memutuskan Ibrahim harus di bakar hidup - hidup sebagai hukumannya. Saat itulah mukjizat Allah SWT turun, atas perintah Allah SWT api menjadi dingin dan Nabi Ibrahim pun tidak merasa kepanasan. 

 Beliau wafat di Al - Khalil Hebron, Palestina. 

 3.) Nabi Musa As. Musa Bin Imran dari keturunan Ya'qub bin Ishak, di perkirakan hidup pada tahun 1527 - 1408 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM.

    Beliau di tugaskan berdakwah kepada Firaun dan Bani Israel di mesir. Nabi Musa termasuk orang yang sabar dalam menghadapi dan mendakwahi Firaun, ia juga mampu dan sabar dalam memimpin kaumnya yang sangat pembangkang. Pengikutnya yang di pimpin oleh Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala anak lembu. 

 Nabi Musa As, hidup di zaman Firaun di mesir, menurut ramalan tukang sihir, akan lahir bayi laki - laki dari bangsa Yahudi yang akan merobohkan bangsa Firaun. 

Oleh sebab itu, ibu Nabi Musa meletakkan Musa ke dalan peti ( bayi ), lalu di hanyutkan ke sungai Nil. Beliau wafat di Tanah Tih, dan mempunyai dua orang anak.

 4.) Nabi Isa As. Isa Bin Maryam Binti Imran dari keturunan Sulaiman Bin Daud, di perkirakan hidup pada tahun 1SM - 32 M dan di angkat menjadi Nabi pada tahun 29M. Beliau di tugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Banyak hal yang menunjukkan kesabaran dan keteguhan hati dalam menyampaikan ajaran Allah SWT.

 Terutama ketika ia sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan seorang muridnya ( Yudas Iskariot ), menghadapi fitnah, di usir, dan hendak di bunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan nabi Isa menggambarkan ketaatan dalam beribadah. 

 Beliau juga tidak wafat, melainkan di angkat ke sisi Allah SWT. Nabi Isa As di sebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al - Qur' an. 

 5.) Nabi Muhammad SAW. Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib dari keturunan Ismail Bin Ibrahim, di perkirakan hidup pada tahun 571M - 632M, dan di angkat menjadi nabi pada tahun 610M, beliau di tugaskan berdakwah kepada seluruh manusia dan alam semesta, tinggal di Makkah dan Madinah.

    Beliau mendapat julukan Ulul Azmi karena sejak kecil sampai dewasa, Rasulullah Saw mengalami masa - masa sulit. Pada usia 6 tahun ia sudah menjadi yatim piatu. 

Setelah ia dewasa harus membantu meringankan beban pamannya yang merawat nya sejak kecil. Tantangan terberat yang di hadapi beliau adalah setelah di angkat menjadi seorang Rasul, penentang bukan saja dari orang lain saja, tetapi dari Abu Lahab ( bapak saudaranya ), pamannya sendiri.

    Rasulullah juga harus menderita tatkala Bani Hasyim diboikot ( di asingkan ) di sebuah lembah karena dakwahnya. Dan masih banyak lagi kesabaran beliau melewati masa - masa sulit mulai baginda lahir sampai wafat. Nabi Muhammad Saw, wafat di Madinah, meninggalkan 7 orang anak.

    Rasulullah Saw di sebutkan dalam Al - Qur'an sebanyak 5 kali. Dengan demikian, secara etimologis Ulul Azmi berasal dari kata dua suku. Ulu mempunyai arti empunya ( untuk bentuk jamak ), serta Azmi berasal dari kata Azama yang mempunyai arti kemauan yang teguh dan kuat. 


 Ulul Azmi adalah Nabi dan Rasul yang mendapatkan keistimewaan dari Tuhan, karena kedudukan mereka lebih tinggi dan mereka mempunyai kemauan yang teguh, dengan kata lain. 

Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan serta tekad yang membaja untuk mewujudkan suatu kebaikan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More