Ulul azmi ialah sebuah gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Terdapat lima rasul yang mendapatkan gelar ulul 'azmi, yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad.
Gelar Ulul Azmi udah di jelaskan di dalam Al - Qur'an Surat Al - Ahqaf ayat 35 dan Surat Asy - Syura ayat 13.
Artinya : "Maka bersabarlah kamu seperti orang - orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul - rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta di segerakan ( Azab ) bagi mereka.
Pada hari mereka melihat azab yang di ancamkan kepada mereka ( merasa ) seolah - olah tidak tinggal ( di dunia ) melainkan sesaat pada siang hari ( inilah ) sesuatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik."
- Kisah Keteladan Dan Keteguhan Rasul Ulul Azmi.
1.) Nabi Nuh As.
Nuh Bin Lamik Bin Mutuisyalkh dari keturunan Idris, lalu keturunan Nabi Syits Bin Adam. Di perkirakan hidup pada tahun 3993 - 3043 SM dan di angkat menjadi nabi pada tahun 3650 M. Di perkirakan beliau tinggal di wilayah yang kini di sebut sebagai Iraq.
Nabi Nuh di angkat sebagai Ulul Azmi di antaranya karena kesabarannya dalam berdakwah yang selalu dapat hinaan dari kaumnya. Nabi Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga dan juga kerabat, dan juga masyarakat untuk kembali ke jalan yang lurus, hampir 1000 tahun usianya jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang, tetapi istri dan anaknya termasuk penentang ajarannya. Atas kehendak Allah SWT umat nabi Nuh yang membangkang di tenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali Nabi Nuh dan para pengikutnya.
2.) Nabi Ibrahim As.
Nabi Ibrahim Bin Azar Bin Nahur dari keturunan Sam Bin Nuh, beliau di perkirakan hidup tahun 1997 - 1822 SM, dan di angkat menjadi nabi pada tahun 1990 SM. Beliau tinggal di Iraq.
Nabi Ibrahim As di hadapkan pada suatu kaum yang rusak, yang di pimpin oleh raja Namrud, seorang raja yang sangat di takuti oleh rakyat nya dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.
Nabi Ibrahim As yang telah berketetapan hati untuk menyembah Allah SWT, dan menjauhi berhala ( patung - patung ). Beliau memohon kepada Allah SWT agar bisa menghidupkan makhluk yang telah mati. Tujuannya agar bisa mempertebal imannya. Atas petunjuk Allah SWT empat ekor burung di bunuh dan tubuhnya di lumatkan serta di satukan, kemudian tubuh burung - burung itu di bagi menjadi empat bagian, lalu di letakkan di atas puncak bukit yang terpisah satu sama lain.
Allah SWT memperintahkan Nabi Ibrahim untuk memanggil burung - burung tersebut, dengan kuasa Allah SWT burung - burung yang sudah mati dan tubuhnya tercampur itu kini hidup lagi.
Nabi Ibrahim As menghancurkan berhala kaum babylonia, orang pertama yang mendapatkan dakwah nabi Ibrahim ialah ayahnya sendiri bernama Azar. Azar sangat marah kepada anaknya karena tidak mempercayai berhala yang di sembahnya. Bahkan nabi Ibrahim mengajak untuk menyembah Allah SWT. Nabi Ibrahim pun di usir dari rumah.
Pada suatu hari ada perayaan besar penduduk Babylonia dengan tinggal di luar kota selama berhari - hari, lalu kesempatan itulah yang membuat nabi Ibrahim menghancurkan patung berhala dan menyisahkan patung yang besar.
Ibrahim pun di tangkap dan di adili, hakim memutuskan Ibrahim harus di bakar hidup - hidup sebagai hukumannya. Saat itulah mukjizat Allah SWT turun, atas perintah Allah SWT api menjadi dingin dan Nabi Ibrahim pun tidak merasa kepanasan.
Beliau wafat di Al - Khalil Hebron, Palestina.
3.) Nabi Musa As.
Musa Bin Imran dari keturunan Ya'qub bin Ishak, di perkirakan hidup pada tahun 1527 - 1408 SM dan diangkat menjadi nabi pada tahun 1450 SM.
Beliau di tugaskan berdakwah kepada Firaun dan Bani Israel di mesir. Nabi Musa termasuk orang yang sabar dalam menghadapi dan mendakwahi Firaun, ia juga mampu dan sabar dalam memimpin kaumnya yang sangat pembangkang. Pengikutnya yang di pimpin oleh Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala anak lembu.
Nabi Musa As, hidup di zaman Firaun di mesir, menurut ramalan tukang sihir, akan lahir bayi laki - laki dari bangsa Yahudi yang akan merobohkan bangsa Firaun.
Oleh sebab itu, ibu Nabi Musa meletakkan Musa ke dalan peti ( bayi ), lalu di hanyutkan ke sungai Nil.
Beliau wafat di Tanah Tih, dan mempunyai dua orang anak.
4.) Nabi Isa As.
Isa Bin Maryam Binti Imran dari keturunan Sulaiman Bin Daud, di perkirakan hidup pada tahun 1SM - 32 M dan di angkat menjadi Nabi pada tahun 29M. Beliau di tugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.
Banyak hal yang menunjukkan kesabaran dan keteguhan hati dalam menyampaikan ajaran Allah SWT.
Terutama ketika ia sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan seorang muridnya ( Yudas Iskariot ), menghadapi fitnah, di usir, dan hendak di bunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan nabi Isa menggambarkan ketaatan dalam beribadah.
Beliau juga tidak wafat, melainkan di angkat ke sisi Allah SWT. Nabi Isa As di sebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al - Qur' an.
5.) Nabi Muhammad SAW.
Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Muthalib dari keturunan Ismail Bin Ibrahim, di perkirakan hidup pada tahun 571M - 632M, dan di angkat menjadi nabi pada tahun 610M, beliau di tugaskan berdakwah kepada seluruh manusia dan alam semesta, tinggal di Makkah dan Madinah.
Beliau mendapat julukan Ulul Azmi karena sejak kecil sampai dewasa, Rasulullah Saw mengalami masa - masa sulit. Pada usia 6 tahun ia sudah menjadi yatim piatu.
Setelah ia dewasa harus membantu meringankan beban pamannya yang merawat nya sejak kecil.
Tantangan terberat yang di hadapi beliau adalah setelah di angkat menjadi seorang Rasul, penentang bukan saja dari orang lain saja, tetapi dari Abu Lahab ( bapak saudaranya ), pamannya sendiri.
Rasulullah juga harus menderita tatkala Bani Hasyim diboikot ( di asingkan ) di sebuah lembah karena dakwahnya. Dan masih banyak lagi kesabaran beliau melewati masa - masa sulit mulai baginda lahir sampai wafat.
Nabi Muhammad Saw, wafat di Madinah, meninggalkan 7 orang anak.
Rasulullah Saw di sebutkan dalam Al - Qur'an sebanyak 5 kali.
Dengan demikian, secara etimologis Ulul Azmi berasal dari kata dua suku. Ulu mempunyai arti empunya ( untuk bentuk jamak ), serta Azmi berasal dari kata Azama yang mempunyai arti kemauan yang teguh dan kuat.
Ulul Azmi adalah Nabi dan Rasul yang mendapatkan keistimewaan dari Tuhan, karena kedudukan mereka lebih tinggi dan mereka mempunyai kemauan yang teguh, dengan kata lain.
Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki keteguhan hati dan kesabaran dalam menghadapi kesulitan serta tekad yang membaja untuk mewujudkan suatu kebaikan.



0 Comments:
Posting Komentar