Dalam meneladani perjalanan hidup Nabi Ibrahim As, kita akan mendapatkan diri beliau sebagai insan yang sangat teguh dan gigih dalam menegakkan hak Allah SWT, dalam agama islam.
Momen Idul Adha tidak dapat di lupakan dari pengorbanan yang di lakukan oleh nabi Ibrahim. Mari kita gunakan kesempatan baik ini untuk melakukan refleksi dan meneladani perilakunya.
Allah SWT menegaskan bahwa dalam diri nabi Ibrahim As terdapat teladan, hanya nabi Ibrahim yang selalu kita sebut dalam shalat, selain nabi Muhammad Saw.
Doa yang kita baca untuk nabi Muhammad ketika tasyahud, selalu di sertakan dengan doa kita ke nabi Ibrahim As.
- Keistimewaan Nabi Ibrahim As.
Posisi istimewa nabi Ibrahim As ialah sangat di sayang oleh Allah SWT, dan di juluki sebagai kekasih Allah SWT "Khalillullah". Julukan ini terdapat pada Surat An - Nisa ayat 125.
Sebab nabi Ibrahin As di juluki "Khalillullah" , pertama sebagaimana nabi Ibrahim tanpa pikir panjang menjalankan perintah Allah SWT, untuk menyembelih anaknya yang sudah di nanti sejak lama. Meski atas izin Allah SWT, nabi Ismail ( anaknya ) diganti dengan domba oleh Allah SWT.
Nabi Ibrahim AS juga mendapat julukan ayahanda para nabi (Abul Anbiya). Beliau melahirkan nabi-nabi setelahnya seperti nabi Ismail As, nabi Ishak As, dan nabi Yakub As hingga anak keturunan mereka.
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih(-Nya). (QS An-Nisa 4:125)."
Nabi Ibrahim As, adalah manusia pilihan terbaik. "Al - Musthafa".
Sebagaimana Allah berfirman :
Dan sungguh, di sisi Kami mereka termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. (QS Shad 38:47).
Nabi Ibrahim juga termasuk Ulul Azmi, karena keteguhan hati yang di miliki beliau.
- Pelajaran Yang Kita Bisa Ambil Dari Nabi Ibrahim As.
- Sebagai Ayah Nabi Ibrahim selalu menghargai anaknya yaitu Ismail As.
Meski Nabi Ibrahim di perintah oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya, namun beliau tidak serta menyembelih Nabi Ismail ( anaknya ).
- Nabi Ibrahim As mencontohkan keikhlasan untuk mengorbankan anak yang di cintai nya, betapa rasa sayang Nabi Ibrahin kepada Nabi Ismail, yang lahir setelah penantian 86 tahun.
- Nabi Ibrahin As sangat peduli dengan masa depan keturunannya.
- Nabi Ibrahim As selalu senantiasa mendoakan ayahnya.
Meskipun hubungan yang tidak baik antara Nabi Ibrahim As dan ayahnya, membuat nabi Ibrahim di usir. Namun demikian, nabi Ibrahim sebagai anak tetap menghormati ayahnya.
Ini mengajarkan kita, dalam kondisi apapun, sikap santun kepada orang tua harus di jaga.
"Dan ampunilah ayahku. Sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat. (QS Asy-Syu’ara 26:86)."
- Nabi Ibrahim As mengajarkan kita untuk selalu memurnikan keimanan kepada Allah SWT.
Keteguhan iman Nabi Ibrahim tidak pernah luntur sedikitpun, bahkan ketika beliau di hukum raja Namrud dan kaumnya, dengan di bakar hidup - hidup. Atas izin Allah SWT api berubah menjadi dingin.
Allah SWT berfirman : “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS Al-Anbiya 21:69).
Dengan demikian, momen hari raya idul adha menjadikan kita untuk memperbaiki diri, semoga kita selalu di beri pertolongan oleh Allah SWT. Semoga kita senantiasa bisa meneladani sikap dan perilaku nabi Ibrahim As, ( Sang Kekasih Allah SWT ).



0 Comments:
Posting Komentar