Sahabat Religi

www.sahabatreligi.or.id Terimakasih Telah Berkunjung Di Website Kami Semoga Bermanfaat. KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Keteguhan Seorang Bilal Bin Rabbah

Biografi singkat Bilal Bin Rabbah. Terdahulu hiduplah seorang mantan budak yang masuk islam, kemudian ia menjadi seorang muazin dan ia di kenal di kalangan umat islam. Di gambarkan dia sangat tegas, memiliki tubuh tinggi, kurus, dan kulit nya berwarna hitam. Dan memiliki rambut yang sangat tebal. Siapakah dia.? Dia adalah sosok yang di kenal sebagai Bilal Bin Rabbah. 


 Singkat cerita kisah Bilal Bin Rabbah. Pada zaman Rasulullah Saw terdahulu. Hiduplah kaum jahiliyah yang hidupnya menyiksa seorang budak di tengah terik matahari yang sangat panas. Namun seseorang itu tetap bertahan dengan keimanannya, sambil ia berkata "Ahad, ahad". Beliau adalah seorang Bilal Bin Rabbah. Bilal Bin Rabbah adalah seorang budak Bani Jumah di kota makkah yang berasal dari Habasya.

 Ia dilahirkan dari seorang budak sehingga membuat nya otomatis menyandang status menjadi seorang budak. Pada waktu ia mendengar orang orang makkah dan majikannya sendiri, Umayah Bin Khalaf yang merupakan pemuka Bani Jumah. Bilal Bin Rabbah sering kali mendengar majikannya membicarakan Nabi Muhammad Saw dengan kata kata buruk dan rasa kebencian, amarah, serta tuduhan yang tidak baik. Namun berbeda dengan Bilal Bin Rabbah ia menganggap apa yang di anggap oleh majikannya itu tidak jujur dan tidak benar apa yang ia katakan.

 Hingga pada suatu hari Bilal Bin Rabbah menyadari bahwa hatinya ingin sekali memeluk agama islam dan ia ingin sekali menyambut Nabi Muhammad Saw. Kemudian Bilal Bin Rabbah menemui Rasulullah Saw, dan menyatakan bahwa ia akan memeluk agama islam. Tidak lama kemudian berita tersebut tersebar kepada kaum Bani Jumah yang sangat membenci islam. Siksaan itu pun tidak dapat di hindari oleh Bilal Bin Rabbah, pada terik matahari yang sangat panas dan padang pasir berubah menjadi layaknya neraka. 

Kaum Jahiliyah menyeret keluar Bilal Bin Rabbah. Kaum Jahiliyah dengan kejam melemparkan Bilal Bin Rabbah ke pasir yang sangat panas tanpa busana, dan diikuti oleh sekelompok laki laki yang melemparkan batu besar yang sangat panas ke Bilal Bin Rabbah. Siksaan biadab ini sangat kejam sekali dan berulang ulang di lakukan kepada Bilal Bin Rabbah, sampai pada algojo - algojo yang sempat tidak tega melihat Bilal Bin Rabbah di siksa. Tetapi para algojo - algojo akan berhenti menyiksa dengan satu syarat. Apabila Bilal Bin Rabbah menyebut nama Tuhan - Tuhan mereka. Tetapi Bilal Bin Rabbah sangat mencintai Allah SWT dan para Rasul nya, serta agamanya, tentu saja ia tidak mau menyebut nama Tuhan - tuhan mereka. Mendengar pengakuan Bilal Bin Rabbah yang tidak mau menyebut nama Tuhan - tuhan mereka, kaum Jahiliyah semakin marah, emosi, dan terus menerus menyiksa Bilal Bin Rabbah. Bilal Bin Rabbah terus mengulang kata " Ahad, ahad...!! " Dan para algojo pun memperingatkan " Katakan seperti yang kami katakan ". Tetapi Bilal Bin Rabbah menjawab bahwa " Lidahku tidak dapat mengucapkannya ".

 Malam pun tiba, kaum Jahiliyyah menawari Bilal Bin Rabbah dan seraya mengatakan " Besok, ucapkanlah kata - kata yang baik kepada Tuhan - tuhan kami, sebutkan Tuhanku Latta dan Uzza. Setelah mengatakan itu kami akan membebaskan mu dan lakukanlah sesuka hatimu, kami telah lelah menyiksamu, seolah olah kami sendiri yang tersiksa ujar kaum Jahiliyyah. Namun, tidak dengan Bilal Bin Rabbah ia tetap saja teguh dengan pendiriannya, dan tidak menuruti apa yang di katakan kaum Jahiliyyah. Mulut nya terus saja mengatakan " Ahad, ahad...!! " dan tentu saja membuat kaum Jahiliiyah terus menyiksa Bilal Bin Rabbah.

 Ketika suatu hari, Bilal Bin Rabbah di bawa ke padang pasir lagi untuk di siksa lagi, tetapi tiba - tiba Abu Bakar RA datang dan berkata " Apakah kalian akan membunuh seorang laki - laki karena ia mengatakan bahwa " Rabbku adalah Allah ", kemudian ia mengatakan kepada Umayah Bin Khalaf. " Ambillah tebusan yang lebih besar, daripada harganya dariku, lalu bebaskan dia. " Lalu Umayah Bin Khalaf pun melepaskan Bilal Bin Rabbah RA dengan senang hati. Akhirnya Bilal Bin Rabbah pun merdeka dari siksaan dan perlakuan yang sangat keji oleh mantan majikannya itu.

0 Comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More