Kisah Musailamah Al - Kadzab.
Musailamah dilahirkan di wilayah Yamamah, disebuah desa yang sekarang ini disebut Al - Jibliyah, berdekatan dengan Uyainah di lembah Hanifah wilayah Nejd.
Musailamah Al - Kadzab adalah pembohong besar, yang mengaku sebagai nabi di Zaman Rasulullah SAW. Ia menggunakan kemahiran sihirnya untuk mendapatkan banyak pengikut.
Para sejarawan berbeda pendapat tentang nama Musailamah, ada yang mengatakan bahwa Musailamah Bin Hubaib Al - Hanafi, ada juga yang mengatakan Musailamah Bin Tsamamah Bin Katsir Bin Hubaib Al - Hanafi, ada yang mengatakan Abu Harun.
Musailamah ialah seorang toko agama di Yamamah dan telah memiliki pengikut sebelum kerasulan nabi Muhammad Saw.
Sebelum Musailamah mengaku sebagai nabi, Musailamah sering kali jalan - jalan dan masuk ke pasar yang ramai dan banyak di jumpai masyarakat Arab maupun non Arab.
Pasar yang di kunjungi ialah pasar yang di wilayah Al - Anbar dan Hirah ( Futuh al - Buldan oleh al - Baladzuri, Hal : 100 ).
Musailamah Al - Kadzab ialah seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat, pandai berbicara, ia juga memiliki pengaruh di tengah Bani Hanifah, tutur katanya lembut namun ia seorang penipu, pandai menarik simpati bagi laki - laki maupun perempuan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman Al - Yamamah, tetapi Allah berkehendak berbeda, ia pun di kenal sebagai Musailamah Al - Kadzab ( Sang Pendusta ) hingga akhir ini.
- Nabi Palsu Musailamah Al - Kadzab.
Saat mengumumkan kenabiannya ( Nabi Palsu ), ia mengutus orang - orang pergi ke Mekkah untuk mendengarkan Al - Qur'an. Kemudian kembali ke Yamamah untuk membacakan kepadanya, setelah itu ia menirukan atau memperdengarkan ulang ke hadapan orang - orang sambil mengaku bahwa itu adalah kalamnya ( Tarikh ar - Rasul wa al Muluk oleh ath - Thabari 3 : 295 ).
Setelah mengklaim kenabiannya dan di terimah di tengah - tengah kaumnya, Musailamah semakin percaya diri dan semakin sesat. Ia memulai memposisikan dirinya sebagai utusan Allah SWT, ia meniru dakwah Nabi Muhammad melalui surat kepada para Raja dan Penguasa.
Orang - orang Yamamah begitu fanatik mengikuti Musailamah dengan dakwah kenabiannya, Musailamah juga mulai menyusun sajak ia sebut sebagai Al - Qur'an. Al - Mutasyammas Bin Muawiyah, paman dari Al - Ahnaf bin Qais, ia juga mendengarkan sajak - sajak Al Qur'an palsu yang di bacakan oleh Musailamah.
- Kesesatan Musailamah Al - Kadzab.
Musailamah semakin mengaku bahwa dirinya adalah seorang nabi utusan Allah SWT, badahal itu tidak benar. Ia juga sering menebar propaganda sebagai kenabiannya atau bisa juga di sebut sebagai dakwah.
Musailamah juga memiliki seorang asisten yang bernama Hujair, ia bertugas membenarkan kalimat - kalimat yang di sampaikan oleh Musailamah. Dengan adanya pembenaran dari Hujair banyak orang - orang yang mempercayai bahwa Musailamah adalah wahyu Tuhan.
Selain itu, Musailamah juga bersekongkol dengan Nahar bin Unfuwah Al - Hanafi, dan ia juga menjadi tangan kanan Musailamah untuk menyesatkan atau memurtadkan banyak orang dengan ayat - ayat palsu karangannya.
Kesesatan Musailamah Al - Kadzab semakin jadi, setelah nabi Muhammad Saw meninggal, ia masih hidup sehingga pengikutnya semakin bertambah banyak. Akhirnya Khalifah Abu Bakar As menindak tegas kesesatan ini, dan mengirim pasukan muslimin untuk memperangi mereka setelah berbagai cara yang di upayakan.
Peperangan ini di sebut juga sebagai peperangan Yamamah, dan di menangkan oleh kaum muslimin, sekitar 10.000 atau 21.000 orang murtad, kini berhasil ditumpaskan dan kebenaran kembali di tegakkan.
- Disebutkan Ada 7 Nabi Palsu di Zaman Rasulullah SAW.
Dalam Nihayatul Alam karya Muhammad Al - Areifi dan juga di terjemahkan oleh Zulfi Askar.
Berikut adalah Nabi Palsu yang hidup di zaman Rasulullah Saw.
1.) Musailamah Al - Kadzab, ia seorang pendusta yang mengaku dirinya menerima wahyu dalam kegelapan. Ini membuat Khalifah Abu bakar Ash - Shiddiq menggelar operasi militer di bawah pimpinan Khalid ibn al - Walid, Ikrimah ibn Abi Jahal, dan Syarahbil ibn Hasanah untuk menumpasnya, dan Musailamah Al - Kadzab sendiri terbunuh di tangan Wahsyi ibn Harb RA.
2.) Al - Aswad al - Ansi. Ia mengaku sebagai nabi di Yaman pada masa akhir akhir kehidupan Rasulullah, ia menjadi orang pertama yang murtad pada Zaman Rasulullah Saw.
3.) Thulaihah ibn Khuwailid al - Asadi. Nabi palsu yang meresahkan lainnya, kaum muslimin sudah berkali kali menggelar operasi militer untuk memburuhnya. Tobatnya Thulaihah ini terjadi pada zaman kekhahlifahan Umar RA.
4.) Al Mukhtar ibn abi Ubaid ats - tsaqafi, ia nabi palsu yang muncul pada masa Tabi'in. Awalnya ia ber pura - pura sebagai seorang Syi'ah dan berhasil menarik banyak pengikut. Lalu ia mengaku menerima wahyu dari malaikat jibril.
5.) Sajah Binti al - Harits at - Taghlabiyyah, ia juga merupakan nabi palsu di kalangan wanita, wanita arab - kristen yang mengaku nabi setelah wafatnya nabi Muhammad Saw.
6.) Mirza Ghulam Ahmad al - Qadiyani, lelaki yang berasal dari India ini mengaku telah menerima wahyu dari langit, ia juga mengatakan bahwa Allah SWT sudah memberinya kabar gembira bahwa ia akan hidup selama 80 tahun.
7.) Al Harits ibn Sa'id Al Kadzdzab, ia awalnya mengenalkan dirinya sebagai seorang ahli ibadah di Damaskus. Setelah itu ia mengaku nabi sebagai nabi.
Dengan demikian, Musailamah Al Khadzab ialah seseorang pembohong besar, ia mengklaim atau menjiplak ayat - ayat Al - Qur'an.



0 Comments:
Posting Komentar