Sahabat Religi

www.sahabatreligi.or.id Terimakasih Telah Berkunjung Di Website Kami Semoga Bermanfaat. KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Kedermawanan Serta Rasa Kasih Sayang Shaibah "Abdul Muthalib" Kepada Sang Cucu.

Syaibah Bin Hasyim, lebih di kenal dengan nama Abdul Muthalib adalah pemimpin keempat konfederasi suku Quraisy. Beliau ialah kakek dari nabi Muhammad Saw. Abdul Muthalib memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bangsa Quraisy.


Dari sudut silsilah Rasulullah Saw, Abdul Muthalib adalah ayah dari Abdullah yang merupakan ayah dari Nabi Muhammad Saw. Abdul Muthalib ialah sosok yang paling terpandang, beliau memiliki sikap yang sangat bijaksana dan berkharismatik. 

 - Kehidupan Abdul Muthalib. Kakek nabi Muhammad Saw, atau biasa di sebut Abdul Muthalib adalah anak dari Hasyim bin Abdul Manaf, beliau memiliki nama asli Shaibah. Nama Abdul Muthalib beliau dapatkan saat ia memasuki mekkah dan di bonceng oleh saudaranya yakni Al Muthalib. Saat itu warga sana mengira bahwa ia seorang budak dari Al Muthalib, maka dari itu beliau di juluki Abdul Muthalib. Beliau menetap di Yaman bersama saudara dan pamannya, hingga pada suatu hari pamannya meninggal. Dan beliau menggantikan posisi pamannya dan mulai memimpin bangsa Quraisy pada waktu itu.

 Mengutip sejarah buku cinta Rasul : Melalui Sri Januarti Rahayu ( 2020 ), menyatakan bahwa Abdul Muthalib merupakan penemu sumur Zam - zam yang sempat menghilang pada waktu itu, beliau sempat bermimpi ditemui sosok yang memperintahkan dirinya untuk menggali sumur tersebut. Pada masa itu, sumber mata air merupakan sesuatu yang sangat berharga, oleh karena itu di daerah nya yang kering, setelah di temukan kembali sumur zam - zam tersebut, Abdul Muthalib menjadi sosok yang sangat amat di hormati oleh bangsa Quraisy. Beliau juga merupakan sosok yang mengurus sumur air zam - zam tersebut. 

 - Kasih Sayang Abdul Muthalib kepada Sang Cucunya. Di dalam sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw mendatangi Masjidil Haram, ia sedang mendekati kakeknya yang sedang duduk di hamparannya. Saat itu beliau di kelilingi oleh anak - anaknya. Seketika itu anak - anak Abdul Muthalib atau paman nya Rasulullah Saw menahan untuk tidak menginjak tempat singgahan kakeknya tersebut, tetapi beliau sendiri mengizinkan cucunya untuk mendekat, lalu beliau mengatakan " Biarlah dia berjalan mendekat kepadaku ". 

 Hingga seterusnya, setiap nabi Muhammad Saw datang ke sana, kakeknya membiarkannya untuk duduk di sisinya. Rasa kasih sayang itulah yang membuat dirinya ingin terus merawat cucu - cucunya. 

 Pada saat kelahiran Nabi Muhammad Saw, nama Muhamnad sendiri pemberian oleh Abdul Muthalib, dan pada waktu itu juga nama Muhammad tidak ada di Jazirah Arab dan muka bumi. 

 Nama Muhammad juga beliau dapatkan ketika pergi berdagang ke Syam, lalu di sana beliau bertemu dengan pendeta. Pendeta tersebut mengatakan bahwa akan lahir seorang nabi terakhir di daerah Abdul Muthalib yang bernama Muhammad.

0 Comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More