Sahabat Religi

www.sahabatreligi.or.id Terimakasih Telah Berkunjung Di Website Kami Semoga Bermanfaat. KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Sholat Adalah Sumber Hubungan Dengan Tuhan Allah Swt, Sayyid Ayatollah Ali Khamenei

Ungkapan dari dari pemimpin tertinggi iran Sayyid Ayatollah Ali Khamenei 

ini menekankan cara melihat sholat sebagai hubungan antara yang hidup dan intim dengan Allah swt, bukan hanya sekadar rangkaian ataupun gerakan dan bacaan.


Ketika seseorang muslim berdiri untuk melaksanakan sholat, sebenarnya dia sedang berada di dalam keadaan yang amat sangat istimewa: sang hamba berhadapan langsung dengan sang penci Tuhannya. 


Oleh sebab itu, sholat tidak seharusnya bisa dilakukan hanya sebagai suatu kewajiban rutinan atau kebiasaan manusua yang dijalankan tanpa suatu perasaan. 


Pesan dalam ungkapan beliau mengajak para orang muslim untuk merasakan bahwanya di dalam sholat dia sedang ngobrol langsung dengan Allah.


Jika seseorang hanya melihat sholat seperti ngobrol langsung dengan Tuhan, maka sikap itu akan berubah. 

Dia akan lebih mudah khusyuk, lebih sadar antara setiap bacaan, dan lebih sangat menghargai setiap gerakan di dalam sholat.


 Takbir, dan bacaan Al-Fatihah, doa, dan sujud bukan hanya sekadar kata-kata yang akan diulang ulang, akan tetapi menjadi suatu ungkapan hati yang terdalam di persembahkan kepada tuhan Allah swt.


Selain itu, istilahnya “bersahabatlah dengan Allah swt” itu menggambarkan kedekatan yang spiritual.

 Artinya, jika seorang hamba tidak akan hanya datang kepada allah swt saat dia membutuhkan sesuatu permintaan, tetapi juga bisa menjadikan sholat, sebagai momen suatu pertemuan yang sangat penuh dengan keakraban dan juga ketenangan jiwa.


 Di dalam suatu keadaan seperti itulah, sholat dapat juga menjadi sebuah tempat seseorang mencurahkan diri dari kegelisahan, di dalam harapan, dan juga rasa syukurnya.


Pesan ini bisa mengingatkan bahwanya kualitas sholat, tidak hanya ditentukan oleh sebuah gerakan yang sangat benar, akan tetapi juga di peroleh kesadaran hati bahwanya kita sedang berada di dalam hadapan Allah swt. 


Ketika ada perasaan itu hadir, di sholat tidak akan lagi terasa hanya sebagai beban hidup, melainkan hanya sebagai pertemuan yang hanya menenangkan diri antara seorang dan hamba dan Tuhannya allah swt. '

0 Comments:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More