Kelahiran Nabi Musa As.
Nabi Musa As berasal dari Imam al - Sudiy yang di ceritakan kembali oleh Abu Malik dan Abu Shalih serta dari Ibnu Mas'ud yang mendapatkan cerita dari kalangan sahabatnya.
Kisah ini bermula dari Fir'aun yang bermimpi melihat api dari Baitul Maqdis. Lalu api tersebut membakar mesir, akan tetapi api tersebut tidak membahayakan Bani Israil.
Setelah bangun dari mimpinya, Fir'aun lalu mengumpulkan para ahli nujum dan beberapa tukang sihir, Fir'aun meminta mereka untuk menceritakan apa maksud dari mimpi tersebut.
Mereka akhirnya menceritakan bahwa mimpinya akan lahir seorang anak laki - laki yang akan menghancurkan mesir, dan bayi tersebut berasal dari Bani Israil.
Lalu Fir'aun memerintah untuk membunuh semua bayi laki - laki tanpa terkecuali, dan setelah itu lahirlah Nabi Musa As dari kalangan Bani Israil.
Nabi Musa As Menjadi anak Angkat Fir'aun.
Setelah nabi Musa lahir, ibu nabi Musa khawatir dan gelisah, ia takut para bala tentara Fir'aun akan membunuh anak laki - lakinya.
Allah SWT pun akhirnya memberi ibu nabi Musa sebuah ilham untuk menghanyutkan nabi Musa ke sungai. Tapi Allah SWT pun berjanji akan mengembalikan nabi Musa pada suatu saat nanti.
Sungai tempat nabi Musa dihanyutkan ternyata sampai di istana Fir'aun, dan pada saat itu istri Fir'aun yang menemukan nabi Musa As. Istri Fir'au bernama Asiyah binti Muzahim bin Ubaid bin al -Rayyan bin al -Walid.
Setelah menemukan bayi laki - laki itu, Asiyah pun mengasuhnya dan memberi nabi Musa Asi dari perempuan yang juga menyusui saat itu. Musa tidak mau menyusu di pada mereka, akhirnya ibu kandungnya pun menawarkan diri untuk menyusui Musa pada saat itu.
Akhirnya Musa pun mau menyusu pada ibu nya, dan itu terbukti nyata bahwa Allah SWT telah mengembalikan Nabi Musa As kembali pada ibu kandungnya.
Sejak kelahiran nabi Musa As, Musa menjadi anak angkat Fir'aun dan Asiyah selama beberapa tahun hingga Musa beranjak remaja.
Pada suatu hari, Nabi Musa mendapati dua orang yang sedang berkelahi saat beliau jalan - jalan di kota. Orang pertama dari pasukan Fir'aun, dan orang kedua dari Bani Israil. Beliau membantu orang yang dari Bani Israil dan memukul orang dari pasukan Fir'aun dan sampai orang itu meninggal.
Nabi Musa takut, Fir'aun akan memarahinya karena salah satu pasukannya meninggal di tangannya. Beliau pun melarikan diri ke kota Madyan dan di tengah perjalanan ia bertemua dengan kelompok orang yang sedang berebut untuk mengambil minum di sebuah sumur buat hewan ternak mereka.
Akhirnya nabi Musa As, membantu mereka dan memberikan minum pada hewan ternak nya, setelah itu beliau mengantar mereka pulang dan ternyata mereka adalah putri nabi Syuaib.
Akhirnya nabi Musa As pun menceritakan pelariannya kepada nabi Syuaib dan salah satu nabi Allah SWT tersebut meminta nabi Musa untuk membantu ngembalakan hewan ternak yang ia punya. Musa pun mengiyakan permintaan tersebut.
Dan pada saat itu, nabi Syuaib berkata kepada nabi Musa jika ia berhasil mengembala ternak selama 8 tahun. Maka ia akan diberi pilihan untuk menikahi salah satu putrinya. Tetapi jika Musa berhasil mengembala sampai 10 tahun ia diizinkan untuk memilih salah satu putrinya untuk dijadikan istri bahkan boleh keduanya.
Seiring berjalannya waktu, nabi Musa mengembala sampai 10 tahun lamanya. Musa pun akhir nya ingat dengan kekejaman Fir'aun dan bala tentaranya yang sering menindas Bani Israil.
Nabi Musa pun meminta izin kepada nabi Syuaib untuk kembali ke kota asalnya dengan tujuan menyelamatkan kaumnya dari penindasan Fir'aun.
Wahyu Pertama Nabi Musa Di Bukit Thursina.
Nabi Musa menikahi putri nabi Syuaib yang bernama Shafura. Ketika mereka berdua berjalan menuju negara Mesir.
Ketika mereka bermalam di sebuah bukit, ia melihat sebuah cahaya dan nabi Musa mendekati asal muasal cahaya tersebut.
Setiba di sana, sebuah suara menuju arah nabi Musa As, wahyu yang beliau terima kurang lebih seperti ini. "Musa kamu sedang berada di lembah suci, lepaskan terompah yang kamu kenakan dan kamu menjadi Rasul utusanku.".
Dakwah Nabi Musa As Kepada Fir'aun.
Setelah mendapatkan wahyu, nabi Musa As pun melanjutkan perjalanannya menuju Mesir.
Sesampai di Mesir, nabi Musa As menemui ibunya lalu mengajak nabi Harun As untuk berdakwah.
Nabi Musa As mengajak Fir'aun untuk menyembah Allah SWT. Beliau pun berkata bahwa ia menjadi utusan dan Rasul Allah SWT.
Tentu saja Fir'aun menolak ajakan nabi Musa As, dan Fir'aun meminta bukti kalau memang nabi Musa As utusan Allah, maka harus menunjukkan mukjizatnya.
Lalu Fir'aun meminta para tukang sihir untuk melemparkan tali - tali nya dan seketika menjadi ular.
Allah SWT pun memberi wahyu nabi Musa untuk melemparkan tongkat nya juga, dan seketika tongkatnya berubah menjadi ular yang sangat besar akhirnya memakan ular - ular si tukang sihir tersebut.
Fir'aun sangat murka melihatnya dan menyebut nabi Musa hanyalah seorang tukang sihir.
Mukjizat Nabi Musa As Membelah Lautan.
Nabi Musa As dan nabi Harun As pun berdakwah di hadapan Fir'aun, tentu saja hal itu membuat Fir'aun semakin murka.
Fir'aun pun memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh Nabi Musa As dan juga para pengikut nabi Musa As. Mendengar hal itu nabi Musa dan para pengikutnya melarikan diri ke laut merah.
Nabi Musa pun tegang atas situasi yang di hadapinya, sedangkan para bala tentara Fir'aun sudah di belakang nya dan mengejar nabi Musa.
Dan pada suatu lautan yang terbentang luas, bala tentara Fir'aun menghadangi jalan nabi Musa dan para pengikut nya.
Allah SWT pun memberi wahyu pada nabi Musa As, beliau di perintahkan untuk memukulkan tongkatnya ke arah laut.
Laut pun terbelah menjadi dua secara otomatis, kemudian nabi Musa pun menyebrangi lautan tersebut.
Setelah nabi Musa dan para pengikutnya berada di seberang lautan, pasukan Fir'aun masih berada di tengah lautan. Allah SWT pun menyuruh nabi Musa memukul tongkatnya kembali ke laut merah.
Jadilah laut kembali, Fir'aun dan para pasukan nya tenggelam di laut tersebut.
Dalam beberapa hari tubuh Fir'aun di temukan utuh dan tidak membusuk.
Wafatnya Nabi Musa As.
Akhir kisah nabi Musa As, selalu mengajak umatnya untuk berada di jalan yang benar. Nabi Musa As wafat di usia 120 tahun di sebuah padang Tieh.
Beberapa Sikap Keteladanan Nabi Musa As.
1. Sabar saat sedang berdakwah.
2. Suka membela orang yang lemah.
3. Tekun dalam belajar.
4. Taat pada Allah SWT.
5. Seseorang yang pemberani dalam menyampaikan kebenaran.
Beberapa Mukjizat Nabi Musa As.
1. Tongkat yang membelah lautan.
2. Tangan yang bersinar. Dan beberapa mukjizat nabi Musa As lainnya.



0 Comments:
Posting Komentar