-head-content '/> Sahabat Religi

Sahabat Religi

www.sahabatreligi.or.id Terimakasih Telah Berkunjung Di Website Kami Semoga Bermanfaat. KEUTAMAAN MENUNJUKKAN KEBAIKAN Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

Pohon Di Makam Umum Tumbang dan roboh Sampai Sampai pocong keluar dari kubur.

BIKIN GEGER! Pohon raksasa yang tumbang, j4sad yang berkafan terangkat oleh akar pohon ke permukaan di TPU.

Sebuah fenomena yang sangat langka dan mencekamkan yang terjadi di sebuah tempat lokasi pemakaman umum (TPU) baru-baru ini viral. Sebuah pohon yang besar yang roboh akibat faktor alam dan hujan, tidak sengaja akarnya mengangkat lapisan tanahnya di sekitar sampek memperlihatkan sebuah pemandangan yang membuat para peziarah kubur bergidik horor dan ngeri. ​

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, terlihat akar pohon yang tumbang tersebut akar tercabut sampai ke dasar tanah, yang bisa menyebabkan sejumlah tanah makam di bawahnya juga ikut terangkat. 
Histerisnya, sebuah terlihat jen4zah yang masih kebungkus kain kafannya (pocong) sangat jelas terlihat menggantung di sela-sela akar pohon yang terangkat mencuat ke atas. ​

Kejadian itu bertepatan di saat lokasi pemakaman umum sedang ramai ramai dikunjungi para peziarah kubur. Sontaknya, penampakan j4sad yang telah keluar dari liang lahat itu membuat para warga yang hadir sangatlah heboh. 

Beberapa peziarah terlihat tampak tertegun, sementara itu yang lain sibuk dalam mengabadikan momen langka tersebut, sekaligus terlihat mengerikan tersebut, para peziarah merekam dengan ponsel mereka. ​"Astagfirullah, itu kelihatan jelas ucap para peziarah," terdengar suara warga yang di rekam dalam video yang memperlihatkan posisi jasad itu telah menggantung di bawah akar pohon tersebut. ​

Dampak dari Kerusakan Makam ​umum, Selain mengangkat para jasad, tumbangnya pohon tersebut juga menyebabkan sedikit kerusakan pada sejumlah batu nisan dan bangunan makam umum di sekitarnya. 

Terlihat beberapa batu nisan yang terbuat dari beton kini hancur dan posisi makam umum menjadi banyak yang tidak beraturan akibatnya pergeseran tanah kuburan yang masif. ​

Hingga terkini, para warga dan petugas makam umum setempat diharapkan cepat cepat melakukan evakuasi, terhadap para jasad tersebut biar dimakamkan kembali secara layaknya, serta juga di harapkan membersihkan puing-puing sisa pohon yang menimpa area pemakaman umum tersebut.

Semoga para mayat yang kenak dampaknya, di beri kebahagiaan di alam kuburnya,
Aamiin aamiin

Ilmu Tidak Akan Barokah Tanpa Akhlak Kepada Guru Gus Kautsar

Tidak semua orang yang ingin belajar akan langsung sampai kepada keberkahan ilmu. Oleh sebab itu, kunci keberhasilan seorang santri dan santriwati bukan hanya pada seberapa banyak dia menghafal dan juga memahami kitab, akan tetapi pada seberapa dalam dia meneladani dan mengikuti akhlak dan perilaku sang guru.


Seorang santri pada sejatinya adalah dia yang menjadikan kiyai dan guru mereka sebagai cerminan hidup. Dan juga cara berbicaranya, bersikapnya, dan juga menghormati orang lain, hingga bagaimana mereka menjaga niat oleh semua itu untuk dipelajari bukan hanya dari teori, tetapi dari keteladanan sang guru.


Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah berkata:


إذا أردت السعادة عش بخلق شيخك

"Jika engkau ingin meraih suatu kebahagiaan, maka hiduplah dengan akhlak atau karakter dari pada gurumu."


Itulah jalan sunyi yang sering kita lupakan. Banyak orang yang ingin sukses, akan tetapi enggan mengikuti akhlak para gurunya. Padahal, keberkahan ilmu itu justru lahir dari sebuah adab sebelum ilmu itu ada sendiri.


Menjadi santri itu bukan hanya untuk soal belajar, akantapi soal perubahan. Bukan hanya sekedar ingin tahu, tapi harus juga meniru. Karena maka dari situlah akan lahir keberhasilan yang tidak akan terlihat di dunia, akan tetapi juga bernilai di sisi Allah allah.


Maka dari itu kalau ingin sukses sebagai seorang santri, maka jangan jauh jauh dari jejak langkah gurumu. Dekatlah dengan teladan akhlaknya, hiduplah dengan perilaku adabnya, dan maka jadikan itu sebagai jalanmu untuk menuju keberkahan.

Hakikak Ilmu Bagi Kehidupan Manusia ‼️ Gus Kautsar

Ilmu itu bukan hanya sekedar perkumpulan pengetahuan, melainkan cahaya yang bisa meninggikan derajat para manusia. Sejak jaman dahulu para ulama sudah menegaskan bahwanya kemuliaan yang sejati bukan hanya terletak pada harta benda atau jabatan yang di punya, akan tetapi terhadap ilmu yang menghiasi diri manusia.


Sayyidina Ali pernah berkata:


كفى بالعلم شرفًا أن يدعيه من لا يحسنه وكفى بالجهل ذمًا أن يتبرأ منه من هو فيه


“Cukuplah ilmu itu yang mulia, sampai-sampai orang yang tidak mempunyai pun mengaku ingin memilikinya. Dan cukuplah kebodohan itulah yang tercela, sampai-sampai orang orang yang berada di dalamnya pun ingin berlepas diri darinya.”


Betapa istimewanya sang ilmu. Bahkan orang orang yang sebenarnya belum pernah memahami pun akan merasa bangga ketika mereka dianggap orang pintar. Dia berbunga-bunga ketika sedang dipuji orang yang berilmu. Sebaliknya, tidak ada seorang pun yang dengan bangganya mengakui dirinya orang yang bodoh. Semua orang ingin terlihat ingin tahu, ingin kelihatan berwawasan, dan juga ingin dihormati karena ilmunya.


Itulah suatu bukti bahwa di dalam fitrah seorang manusia, ilmu ialah kemuliaan, dan kebodohan ialah kehinaan. Maka jika seseorang yang belum punya ilmu saja, dia merasa senang saat dianggap pintar, bagaimanapun seharusnya kita yang sudah diberi kesempatan untuk belajar? Bukankah sepatutnya kita ini semakin jadi orang yang bersyukur dan semakin jadi orang yang rendah hati?


Kehebatannya ilmu bukan hanya untuk membuat seseorang ingin dihargai manusia lainnya, akan tetapi juga bisa mengangkat derajat manusia di sisi Allah swt. Ilmu menuntun kita pada jalan kebenaran, dan membimbing akhlak kita, dan juga menjaga diri dari kesalahan. Sedangkan sebuah kebodohan itu, jika gak segera diobati, maka hanya akan menjerumuskan diri kita dan juga mempermalukan diri sendiri kita sendiri.


Maka dari itu kita terus menuntut ilmu, bukan karna ingin dapat pujian, akan tetapi untuk mendapatka cahaya yang menyinari hidup kita. Maka Karena sejatinya, kemuliaan itu akan melekat pada sang ilmu, dan aib atau keburukan itu akan melekat kepada kebodohan.

Isabella Orang Turki Yang Hadir Di Markas Sabilu taubah Gus Iqdam

Dari Turki ke markas Sabilu Taubah Official

Malam itulah, Markas Majelis Sabilu Taubah seperti sebuah panci besar yang kini baru saja diangkat dari sebuah tungkunya. Panas, rame, dan beruap oleh harapan. Riuh jamaahnya pecah ketika ada seorang perempuan telah berdiri di samping penerjemahnya. Tubuhnya sangat tinggi menjulang, parasnya sangat teduh, hidungnya membangir seolah olah membawa hembusan angin Anatolia ke tengah tengah kampung Jawa. Dia memperkenalkan dirinya, “Assalamualaikum wr wb , Gus Iqdam,” dengan logat logat asing yang terucap salam terasa seperti bunga bunga impor yang telah mekar di tanah lokal.

“Waalaikumsalam wr wb,” jawab Gus Iqdam dengan santai, lalu menimpali, “What is your name?” Jamaah tertawa berbahak bahak, seperti sebuah gelombang kecil yang memukul tepi. Perempuan itu dialah —Isabella—dia menjawab panjang lebar dalam sebuah kata bahasa Inggris. Gus Iqdam manggut-manggut, lalu nyeletuk, “Wuih, dowo, Nick name, nick name.” Tawa sedang meledak. “Nick name is Isabel,” berkata.
“What do you came from?”
“Turki.”
“Karo pasar?”
Gerrrr! Tawa para jamaah pecah seperti sebuah petasan. Isabella sangat kebingungan, “What is pasar?”
“Pasar is market,” kata Gus Iqdam. Humor itulah bukan sekadar lucu lucuan; dia adalah jembatan. Dalam kata psikologi komunikasi, humor berfungsi sebagai sebuah ice breaker, seperti katanya Sigmund Freud tentang humor tersebut sebagai pelepas sebuah ketegangan, yang membuat bahasa yang berbeda beda menjadi pelukan yang sama.

“Lha ini bingung jagongannya awakmu dewe. Kenapa bisa sampai dini gimana ceritanya?” tanya Gus Iqdam. Isabella bercerita tentang aplikasi TikTok, tentang ceramah para ulama Indonesia yang sering dia dengarkan, tentang Gus Iqdam yang paling sangat dia sukai. Di sinilah, teori Viktor Frankl terasa di hidup: manusia di kendalikan oleh makna. Isabella menemukan arti pada dakwah yang telah mendunia, bahasa yag sangat sederhana, humor yang hangat, dan penyambutan tanpa syarat. Media sosial hanya sebuah kendaraan; makna adalah bahan bakarnya.

“Apa yang disukai oleh kita?” Gus Iqdam mengajukan pertanyaannha. Dia selalu begitu, membuat alasan. Dalam teori self determination (Deci & Ryan), motivasi yang sangat kuat lahir dari kebutuhannya akan terhubungannya. Gus Iqdam hanya ingin memastikan jamaah yang datang bukan karena trending, tapi karena sebuah hati yang menemukan rumah. Isabella menjawab pertanyaan dengan wajah berbinar binar: dia merasa sangat bahagia, merasa diterima di markas, merasa sangat dekat. “Very… very… very happy.”

Lalu si Isabella mengundangnya, meminta Gus Iqdam datang ke Turki. Jamaah menahan nafas. Gus Iqdam tersenyum senang, “Ya sudah, besok.” suara Tawa kembali pecah. Ajakan dakwah lintas di negara ini selaras dengan teori social learning Albert Bandura, keteladanan gus iqdam menular. Dakwah yang ramah tamah membuat orang orang ingin membawa cahayanya pulang ke rumahnya, ke mana pun kaki nenginjak.

Seperti biasanya, Gus Iqdam menutup sebuah dialog dengan memberi sebuah kenang-kenangannya dan sejumlah duit. Bukan karna pamer, tapi kata: dakwah itulah memberi, bukan hanya mengambil. Malam itulah, bahasa Jawa dan Inggris saling bersala salaman; tawa kini menjadi penerjemah yang paling jujur.

Pembelajaran: Dakwah Gus Iqdam mengajarkan kita bahwa pesan yang sampai ialah pesan yang menghangatkan. Humor membuka pintu masuk, makna menahan orang yang ada di dalamnya. Bertanya “kenapa hadir” bukan interogasi, melainkan hanya undangan untuk menemukan sebuah alasan terdalamnya. Ketika sebuah dakwah memanusiakan manusia, jarak antar bahasa, tiap negara, dan budaya akan meruntuh dengan sendirinya.

*Abdullah Al-Kafi
Pegiat Literasi/ Penulis Buku Gus Iqdam/ Guru MTs Negeri 2 Magelang.

Dakwah Islami Gus Kautsar

Ada satu rahasia yang sering kita luput dari perhatian: keberkahan hidupnya seorang santri yang tidak hanya lahir dari tiap banyaknya ilmu, tetapi dari kuat dirinya hubungan dengan sang gurunya.


Sesworang santri yang telah menjaga adabnya, merawat silaturahmi, dan selalu terhubung dengan sang gurunnya, baik dalam doa doa, ingatan, maupun khidmah yang akan menemukan bahwa hidupnya seorang santri dimudahkannya dengan cara-caranya yang tak terduga duga.


Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki pernah berkata :


ما رأيت أحدا يتعلق بشيخه ثم خاب

“Saya tak pernah melihat seorang santri yang sangat bersungguh-sungguh berpegang teguh kepada gurunya dan kemudian menjadi kecewa.”


Itu bukan sekadar ungkapan kata, akan tetapi pengalaman para ulama ulama sepanjang zamannya. Ketika seorang santri ia tidak melepaskan dirinya dari pada bimbingan gurunya, maka Allah swt bukakan jalan baginya, ringankan urusanku, dan cukupkanlah kebutuhannya kami.


Maka, jangan hanya mencari cari ilmu dari gurunya. Maka Jagalah hubungan dengannya. Karena di sanalah letak suatu keberkahan yang sering kali itu lebih besar dari padanya sekadar ilmu itu sendiri.

Penemuan Seorang Bayi Perempuan Di Dalam Masjid, di aceh

Masyarakat Desa Gampong Leupe, Kecamatan Jaya, Profinsi Aceh Jaya dihebohkan dengan penemuan seorang anak bayi, Pada Hari Rabu (25/3/2026). Bayi itu, dengan berjenis kelamin perempuan itu ditemukan oleh warga di dalam masjid dengan posisinya dibedong sajadah. Kepala Puskesmas Lamno, dr Rina membenarkan adanya penemuan seorang anak bayi tanpa identitas tersebut. Dia menyebutkan jika setelah itu ditemukan, seorang bayi tersebut langsung dibawaknya ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan itu terkait kondisi kesehatan bayi tersebut.

“Adanya penemuan bayi perempuan di Masjid Leupe tersebut, sudah dibawa oleh warga ke Puskesmas untuk pemeriksaan,” jelasnya warga. Dirinya menjelaskannya, berdasarkan keterangan para warga bayi tersebut pertama kali diketemukan oleh salah seorang warga setempat yang mau melakukan ibadah di masjid itu. Melihat adanya seorang bayi, kemudian warga tersebut langsung melaporkan kejadian itu kepada aparatur desa yang terdekat, kemudian diteruskan dan di laporkan kepada pihak berwenang.

Habib Zaidan Yahya Klarifikasi Kapan Acara Nikahnya Dengan Ning Firza

Habib Zaidan Yahya Tunangan Pada Hari Selasa 24 Maret 2026 Dengan Ning Firza Yang Di Yang Berlansung Di rumah keluarga ning firza, acaranya dari pagi sampek sore, habis itu ning firza balek ke lombok untuk melanjutkan kuliahnya, ujar Habib zaidan


Habib zaidan buka suara di akun tiktoknya kalau habib zaidan akan menikahin ning firza tahun depan insyaa allah katanya, karna habib zaidan masih nunggu kuliah ning virza selesai dulu katanya masih semester 5, kata habib zaidan neng firza jurusan kedokteran farmasi, sama kayak saudaranya saudaranya, kedokteran dan farmasi,


Kata habib zaidan do'akan yang baik baik tentangnya ujarnya, biar yang doakan baik baik akan kembali ke diri sendirinya katanya.


Banyak komentar baik yang dukung pernikahanya habib zaidan dan ning firza semoga lancar sampai hari H.


Seperti..


@Ami Sri:Habib saye ikut seneng semoga bahagia ya bib


@Sugiyanti:smoga bahagia habib👍👍👍


@budhininingsih5:LDR an bib... semoga di mudahkn di lncr kn pek hri H

Kabar Terbaru Habib Zaidan Yahya Dan Neng Virza Tunangan


Habib Zaidan Dan Neng Virza Tunangan


Habib Muhammad Zaidan Yahya dan yang di kenal juga habib zaidan Adalah Sosok Vokalis sholawat dan juga bintang dari majelis sholawat sekar langit,


Habib zaidan lahir di pekalongan pada 11 januaru 2002

Habib zaidan pada hari selasa 24 maret 2026 melepaskan lajangnya dengan bertunangan dengan neng virza


Neng Virza Menurut akun Tiktok @aprilia1104 dia menyebut @Aprilia1104: Iya betul, beliau asli luar jawa tp kuliah di jogja 🥰

Dan dia juga menyebut @Aprilia1104: Kalo tepatnya kurang paham tp daerah timur, lombok atau sumbawa gitu, Yg tau persisnya boleh komen y 🥰


Menurut kabarnya tunangan habib zaidan orang luar jawa antara lombok dan sumbawa


Banyak netizen menyebutkan bahwa ini hari patah hati nasional seperti yang di katakan di akun akun tiktok seperti di bawah ini

Tiktok @♡: hari patah hati nasionall 🥺🥺 ikut seneng tapi sakit liatt ny. huhuhuuu

Tiktok @فوني اري

:ya Allah saya kok ngelihat habib Zidan lamaran kok malah nangis kejer sih, kaya nggk ikhlas buat ngelepas kan🥺

semoga lancar sampai hari H nggih bib?

Tiktok @Kanasa Ramadani:

tolong bilang ke aku sekarang kalo ini cuma mimpi dan boongan 🥹🥹

@Dea Amanda:

Fah kamu wanita yang beruntung itu, yang selama ini jadi bahan pertanyaan kita semua "Siapakah wanita beruntung itu? " ternyata kamu, Fah jaga beliau yaa, kita titip beliau ke kamu, bikin bahagia terus yaa, kalo udah sah nanti sering sering post kebersamaan kalian pliss, pengen liat bucin nya beliau kayak gimana 😆🤏🏻 bismillah langgeng bahagia dunia akhirat amiin 🤲🏻


Motivasi Islami Kh Hafidz Hakiem Noer Syubbanul Muslimin

Ramadan telah berlalu,

Seperti senja senja yang perlahan tenggelam di ujung ujung waktu,

Ia datang membawa cahaya cahaya untuk hati yang lelah,

Mengajarkan hati sabar dalam perut yang lapar,

dan menghidupkan malam hari dengan bacaan Al qur'an dan doa-doa yang sunyi,

Kini dia telah berpamitan pelan pelan,

Kini meninggalkan harapan harapan agar kita tetap menjaga cahaya cahaya yang ia nyalakan tiap ramadan.


Ya Allah, jika bulan Ramadan telah pergi meninggalkan kita,

Maka kami mohon pertemukanlah kami kembali lagi dengannya di tahun depan yang akan datang,


Hidup ini bukan hanya untuk menjadi orang orang yang penting

Tapi bagaimana caranya agar menjadi orang orang yg berguna bagi orang lain dan juga bermanfaat bagi sesama manusia.

ILMU BUKAN SOAL PAHAM TAPI SOAL HATI YANG IKLAS & AMALNYA DI AMALKAN

ILMU BUKAN SOAL PAHAM TAPI SOAL HATI & AMAL DI AMALKAN

SahabatKU, tidak cukup kita hanya mendengar dan memahami ilmu ini, tapi tidak beramal. Apa artinya paham shalat, tapi tidak mengerjakan shalot? Apa artinya paham sedekah, tapi tidak pernah bersedekah?

📌 Nilai ilmu itu bukan dari pahamnya.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَٰكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

📖 Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kita, tapi Allah melihat hati dan amal kita.

Jadi orang yang paham ilmu itu, ialah hatinya makin bersih dan makin nyata amalnya. Itulah ilmu yang sesungguhnya.

Kalau orang banyak berilmu tapi hatinya makin, jellek berarti dia belum memahami arti ilmu. Dan jika hanya diucapkan dalam mulut tanpa diamalkan, maka tidak termasuk orang orang yang berilmu.

Karena itu, siapa yang paling berilmu dan antara kita ialah? Yaitu yang dengan ilmunya itu hatinya makin bersih dan makin nyata amal solehnya.

Kajian Islam Aagym

🔖 Mari renungkan nasihat dalam kajian singkat ini.
📌 Jangan lupa save & share sebagai pengingat bersama.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More